<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4246418201880899931</id><updated>2011-11-24T18:53:12.295-08:00</updated><category term='sejarah'/><category term='pendidikan'/><title type='text'>ADVENTURE FOR LIFE</title><subtitle type='html'>HIDUP BERBASIS AKHLAK MULIA</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://steofandi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4246418201880899931/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://steofandi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>steoes_assakkurae</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_vOGHm0AqIUs/TLkf8RpENTI/AAAAAAAAAkI/mbB3MJgblTE/S220/ste0s.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>17</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4246418201880899931.post-2550186673330760173</id><published>2011-11-24T18:49:00.000-08:00</published><updated>2011-11-24T18:53:12.317-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>Unsur-Unsur dalam Pembelajaran</title><content type='html'>Ahmad Zayadi dan Abdul Majid (dalam Tsadzkirah 2004: 8) menjelaskan bahwa pembelajaran sebagai upaya untuk membelajarkan seorang atau kelompok orang melalui berbagai upaya (effort) dengan berbagai strategi, metode dan pendekatan ke arah pencapaian tujuan yang telah direncanakan.  Pembelajaran juga disebut pula dipandang sebagai kegiatan terprogram dalam desain intruksional pada penyediaan sumber belajar. Dengan demikian, pembelajaran pada dasarnya merupakan kegiatan terencana yang mengkondisikan atau merangsang agar bisa belajar dengan baik agar sesuai dengan tujuan pembelajaran.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Unsur dalam sistem pembelajaran adalah seorang siswa atau peserta didik, suatu tujuan dan suatu prosedur kerja untuk mencapai tujuan. Menurut Oemar Hamalik dalam bukunya kurikulum dan pembelajaran, mengemukakan unsur-unsur pembelajaran sebagai berikut:&lt;br /&gt;a. Unsur Dinamis Pembelajaran Pada Diri Guru&lt;br /&gt;1) Motivasi pembelajaran siswa&lt;br /&gt;2) Kondisi guru siap membelajarkan siswa&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;b. Unsur Pembelajaran Kongruen dengan Unsur Belajar&lt;br /&gt;1) Motivasi belajar menuntut sikap tanggap diri pihak guru serta kemampuan untuk mendorong motivasi dengan berbagai upaya pembelajaran.&lt;br /&gt;2) Sumber yang digunakan sebagai bahan belajar terdapat pada buku pembelajaran, pribadi guru dan sumber masyarakat.&lt;br /&gt;3) Pengadaan alat-alat bantu belajar dilakukan oleh guru, siswa sendiri dan bantuan orang tua.&lt;br /&gt;4) Subjek belajar yang berada dalam kondisi kurang mantap perlu diberikan pembinaan (Oemar Hamalik, 1995: 68). &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4246418201880899931-2550186673330760173?l=steofandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://steofandi.blogspot.com/feeds/2550186673330760173/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4246418201880899931&amp;postID=2550186673330760173&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4246418201880899931/posts/default/2550186673330760173'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4246418201880899931/posts/default/2550186673330760173'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://steofandi.blogspot.com/2011/11/unsur-unsur-dalam-pembelajaran.html' title='Unsur-Unsur dalam Pembelajaran'/><author><name>steoes_assakkurae</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_vOGHm0AqIUs/TLkf8RpENTI/AAAAAAAAAkI/mbB3MJgblTE/S220/ste0s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4246418201880899931.post-4922627163109297278</id><published>2011-11-24T16:58:00.000-08:00</published><updated>2011-11-24T17:05:25.861-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>Pembelajaran Bermuatan Life Skill (Kecakapan Hidup)</title><content type='html'>peta konsep&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;A. Pembelajaran&lt;br /&gt;B.      Pendidikan Life Skill (Kecakapan Hidup)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Pengertian Kecakapan Hidup&lt;br /&gt;2. Tujuan Pendidikan Kecakapan Hidup (Life Skill) &lt;br /&gt;3. Landasan Hukum&lt;br /&gt;4. Alur Berpikir Pengembangan Pendidikan Kecakapan Hidup&lt;br /&gt;5. Ruang Lingkup Pendidikan Kecakapan Hidup&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;C. Konsep Pendidikan Kecakapan Hidup (Life Skill)&lt;br /&gt;D.  Jenis-Jenis Pendidikan Life Skill&lt;br /&gt;E.  Konsep Life Skill Pada Jalur Pendidikan Formal&lt;br /&gt;F. Identifikasi Materi Pembelajaran &lt;br /&gt;G. Hubungan Antara Kehidupan Nyata, Kecakapan Hidup dan Mata Pelajaran&lt;br /&gt;H. Implementasi Pembelajaran Life Skill. &lt;br /&gt;I. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Aqidah Akhlak Bermuatan life skill&lt;br /&gt;J. Materi Mata Pelajaran Aqidah Aklak kelas IX Madrasah Tsanawiyah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;A. Pembelajaran&lt;br /&gt;Ahmad Zayadi dan Abdul Majid (2004: 8).  dalam bukunya Tadzkirah menjelaskan bahwa :&lt;br /&gt;Pembelajaran (intruction) sebagai “upaya untuk membelajarkan seseorang atau kelompok orang melalui berbagai upaya (effort) dengan berbagai srategi, metode dan pendekatan ke arah pencapaian tujuan yang telah direncanakan. Pembelajaran dapat pula dipandang sebagai kegiatan terprogram dalam desain intruksional pada penyediaan sumber belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, pembelajaran pada dasarnya merupakan kegiatan terencana yang mengkondisikan atau merangsang agar bisa belajar dengan baik agar sesuai dengan tujuan pembelajaran. &lt;br /&gt;Abdul Majid (2004: 9) kegiatan pembelajaran akan bermuara pada dua kegiatan pokok, yaitu pertama : bagaimana orang melakukan tindakan perubahan tingkah laku (change of behaviour) para peserta didik, baik pada aspek pengetahuan, sikap ataupun keterampilan sebagai hasil respon pembelajaran yang dilakukan guru, oleh karena itu belajar adalah perubahan tingkah laku yang merupakan proses internal siswa dalam rangka menuju tingkat kematangan, kedua bagaimana orang melakukan tindakan penyampaian ilmu pengetahuan melalu kegiatan belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENJELASAN MATERI LEBIH JELAS DOWNLOAD &lt;a href="http://tinyurl.com/cy8yd2r"&gt;DI SINI&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4246418201880899931-4922627163109297278?l=steofandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://steofandi.blogspot.com/feeds/4922627163109297278/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4246418201880899931&amp;postID=4922627163109297278&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4246418201880899931/posts/default/4922627163109297278'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4246418201880899931/posts/default/4922627163109297278'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://steofandi.blogspot.com/2011/11/pembelajaran-bermuatan-life-skill.html' title='Pembelajaran Bermuatan Life Skill (Kecakapan Hidup)'/><author><name>steoes_assakkurae</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_vOGHm0AqIUs/TLkf8RpENTI/AAAAAAAAAkI/mbB3MJgblTE/S220/ste0s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4246418201880899931.post-5908555110042286783</id><published>2011-11-24T14:27:00.001-08:00</published><updated>2011-11-24T16:14:03.545-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>Pendidikan berbasis Humanisme Religius</title><content type='html'>1. Pengertian Humanisme Religius&lt;br /&gt;2. Ruang Lingkup Pendidikan Humanisme Religius&lt;br /&gt;3. Landasan Hukum&lt;br /&gt;4. Alur berfikir Pendidikan Humanisme Religius&lt;br /&gt;5. Konsep Pendidikan Humanisme Religius&lt;br /&gt;6. Jenis Pendidikan Humanisme Religius&lt;br /&gt;7. Ciri Pembelajaran Humanisme Religius&lt;br /&gt;8. Implementasi Pendidikan Humanisme Religius&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah pendidikan humanis religius mengandung dua konsep pendidikan yang ingin diintegrasikan yaitu pendidikan humanis dan pendidikan religius. Pengintegrasian dua konsep pendidikan ini dengan tujuan untuk dapat membangun sistem pendidikan yang dapat mengintegrasikan dari keduanya atau mengurangi kelemahannya.&lt;br /&gt;Dilihat dari segi kebahasaan, humanisme berasal dari kata Latin humanus dan mempunyai akar kata homo yang berarti manusia. Humanus berarti berarti sifat manusiawi atau sesuai dengan kodrat manusia. (A.Mangunhardjana dalam Haryanto Al-Fandi, 2011:71). Adapun secara terminologi, humanisme berarti martabat dan nilai dari setiap manusia, dan semua upaya untuk meningkatkan kemampuan-kemampuan alamiahnya (fisik nonfisik) secara penuh. (Hasan Hanafi dalam Haryanto Al-Fandi, 2011:71). &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Zainal Abidin dalam filsafat manusia, memberikan penjelasan tentang latar belakang pemahaman humanisme. Menurutnya, istilah humanisme akan lebih mudah dipahami dengan meninjaunya dari dua sisi, yaitu sisi historis dan sisi-sisi aliran-aliran dalam filsasfat. Dari sisi historis, humanisme berarti suatu gerakan intelektual dan kesusastraan yang awalnya muncul di Italia pada paro kedua abad ke-14 M. gerakan ini boleh dikatakan sebagai motor penggerak kebudayaan modern, khusunya di Eropa. Tokoh-tokoh yang sering disebut sebagai pelopor gerakan ini di antaranya Dante, Petrarca, Boccaceu, dan Michael Angelo. Sementara dari sisi aliran filsafat, humanisme diartikan sebagai paham yang menjunjung tinggi nilai dan martabat manusia sedemikian rupa sehingga manusia menempati posisi yang sangat tinggi, sentral dan penting baik dalam perenungan teoritis-filsafat maupun dalam praktis hidup sehari-hari. (Haryanto Al-Fandi,2011:73)&lt;br /&gt;Abdurrahman Mas’ud (2004:135) humanisme dimaknai sebagai kekuatan atau potensi individu untuk mengukur dan mencapai ranah ketuhanan dan menyelesaikan permasalahan-permasalahan sosial. Menurut pandangan ini, individu selalu dalam proses menyempurnakan diri, becoming atau istikmal.&lt;br /&gt;Menurut Haryanto Al-Fandi (2011: 85) humanisme Islam adalah memanusiakan manusia sesuai dengan perannya sebagai abdi dan khalifah Allah di bumi yang didasarkan pada prinsip-prinsip yang nyata, fitri, dan rasional. Ia melarang mendewakan manusia atau makhluk lain dan tidak merendahkan manusia sebagai makhluk yang hina dan berdosa. Humanisme dalam ajaran Islam haruslah didasarkan pada hubungan sesama umat manusia, baik hubungan sesama Muslim ataupun hubungan dengan umat lainnya.&lt;br /&gt;Sedangkan pengertian religius atau religion berasal dari kata relegere dalam bahasa Latin. Artinya berpegang kepada norma-norma. Istilah religion sekarang diindonesiakan menjadi religi, menguasai dan dipergunakan oleh kaum intelektual kita terutama ahli antropologi dan sosiologi. Perkataan religi yang berasal dari bahasa Latin itu erat hubungannya dengan sistem dan ruang lingkup agama Nasrani yang menunjukkan hubungan tetap antara manusia dengan Tuhan saja. kata relligon diterjemahkan dengan agama pula dalam bahasa melayu/indonesia. (Gazalba dalam Mohammad Daud Ali, 2008:37)&lt;br /&gt;Sedangkan religus yang dimaksud di sini sangat terkait dengan nilai keagamaan yang terkait dengan hubungan dengan Tuhan bahwa manusia sebagai makhluk ciptaan-Nya. Religius juga berakar pada ketuhanan yang selalu dikatikan dengan amal atau perbuatan manusia untuk mencapai tujuan manusia itu sendiri.&lt;br /&gt;Mohammed Arkoun dalam Haryanto Al-Fandi (2011:77) mendefinisikan humanisme religius adalah konsepsi guna mengukur ketaatan beragama dan kesalehan manusia melalui dunia mistik (tasawuf), yaitu dunia spiritual yang dapat dijalankan oleh setiap orang yang mempercayainya melalui penyatuan diri secara langsung dengan Tuhan. &lt;br /&gt;Dari penjelasan di atas pendidikan humanisme adalah lebih menekankan aspek kemerdekaan individu diintegrasikan dengan pendidikan religius agar peserta didik dapat membangun kehidupan sosial yang memiliki kemerdekaan, yaitu menempatkan individu yang rasional dalam kedudukan yang tinggi dan sebagai sumber nilai paling puncak tetapi tidak meninggalkan dari nilai-nilai keagamaan atau dengan kata lain membentuk kesalehan individu hubungan antar manusia maupun Tuhan.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, dapat penulis pahami bahwa pendidikan humanisme religius adalah proses pengajaran untuk mengembangkan pontensi yang berorientasi pada manusia seutuhnya dengan memperhatikan aspek  tanggungjawab hubungan dengan manusia dan hubungan dengan Tuhan sehingga memilik kekuatan spirtual kegamaan, kesalehan individu yang diperlukan oleh diri, masyarakat bangsa dan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMBAHASAN LEBIH LENGKAPNYA DONWLOAD DI SINI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4246418201880899931-5908555110042286783?l=steofandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://steofandi.blogspot.com/feeds/5908555110042286783/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4246418201880899931&amp;postID=5908555110042286783&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4246418201880899931/posts/default/5908555110042286783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4246418201880899931/posts/default/5908555110042286783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://steofandi.blogspot.com/2011/11/pendidikan-berbasis-humanisme-religius.html' title='Pendidikan berbasis Humanisme Religius'/><author><name>steoes_assakkurae</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_vOGHm0AqIUs/TLkf8RpENTI/AAAAAAAAAkI/mbB3MJgblTE/S220/ste0s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4246418201880899931.post-2221845798097767104</id><published>2011-11-21T01:08:00.001-08:00</published><updated>2011-11-21T01:47:32.944-08:00</updated><title type='text'>seminar sehari | 20 persen alokasi dana pendidikan APBD KALBAR 2012</title><content type='html'>tempat: Raflesia Hall, Hotel Gajah Mada Lat. 7&lt;br /&gt;penyelenggara : Dewan Pendidikan Provinsi KALBAR&lt;br /&gt;pemateri : 1)Aswandi (pakar pendidikan kalbar), 2)Zulfadhli (anggota DPR Pusat (dulu ketua DPRD kalbar)),3) Mustaruddin (sekretaris Diknas Prov KALBAR)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari ini saya mandi pagi tidak seperti biasa yaitu agak awal. tadi saya mendapatkan sms bahwa hari ada seminar tentang pendidikan. liat jam di hp sudah menunjukkan pukul 6 lewat. saya bergegas cari nasi kuning untuk sarapan. ternyata tempat langganan saya tidak buka. lalu saya ke tempat langganan lain yang harganya lumayan, karena saya bawa uang kurang jadinya saya harus ke habitat dahulu. pas mau naik ke atas tangga, saya bertemu dengan seseorang yang ingin mengerjakan shalat dhuha. ia menanyakan pintunya dikunci kah?, saya jawab tidak pak. saya pun kenalan dengan beliau. selang beberap menit saya sudah membawa nasi kuning, dan langsung menyantapnya tak lupa dengan ditemani segelas air putih. sedang lagi enak makan, bapak itu menghampiri saya. sejenak saya memberhentikan sarapan. katanya beliau mau menunggu istrinya ada kegiatan. kebetulan hari ini peringatan PGRI. obrolan cukup akrab saya dengan beliau seputar pendidikan. kebetulan beliau adalah guru Agama di salah satu SD di Pontianak. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;selang 2 jam berlalu, kami menyelesaikan obrolan. tak lupa kami saling bertukar no hp. jam menunjukkan pukul 09.00. saya pun bergegas berangkat ke kampus terlebih dahulu. ternyata sesampai di sana teman saya itu sudah pergi dulu. di sekretariat saya liat ada dua orang teman, mereka tidak bisa ikut karena ingin mencarikan dana untuk korban kecelakaan salah satu mahasiswa. saya langsung menuju lokasi kegiatan. ditengah perjalanan saya sempat bingung tempat kegiatannya, beberapa menit kemudian akhirnya saya menemukan tempatnya. setiba di sana saya bingung kembali sebab tampak tak terlihat lokasi parkir motor seperti biasanya yang ada di hotel-hotel lainnya. hanya tampak parkiran mobil saja. lalu salah satu petugas parkir hotel tersebut mengarahkan lokasi parkir motor saya yang letaknya bersebelah dengan 2 hotel dari samping. ketika saya lihat ternyata lokasi parkirannya bekas bangunan yang dirobohkan. &lt;br /&gt;di depan pintu masuk hotel, terlihat ada 2 orang penjaga pintu. saya mendekat secara otomatis ia membukakan pintu tersebut. lalu saya bertanya kegiatan seminar di lantai 7. salah satu penjaga menunjukkan tempatnya dan mengarahkankepada saya dengan menggunakan lift. tak lama sampai di lantai 5. kemudia saya melanjutkan ke lantai 6 yang tangganya pas di depan lift. sesampai di lantai 6 saya kembali bingung sebab arah ke lantai 7 tak tampak. saya menelpon teman. katanya lantai 7. akhirnya saya temukan ruangan kegiatan seminarnya. terlihat sudah banyak yang hadir. panitia menyuruh saya mengisi daftar tamu, yang saat itu sudah 100 orang terdaftar. lucunya tabel yang dibuat hanya dengan no 100 sudah terisi. sehingga saya harus menulis nama saya di luar tabel yang di buat. setelah mengisi daftar tamu, saya langsung menikmati minuman kopi yang sudah disediakan oleh panitia.&lt;br /&gt;dalam petemuan itu juga banyak hadir mulai dari pelajar, mahasiswa, dosen. LSM, para pemerhati pendidikan dan tak kalah pentinnya para peliput berita mulai dari media tv ataupun media cetak seperti terlihat peliput tvone,tribun, pontianak post, ruai tv, dan lain-lain. dan dalam pertemuan itu juga dihadiri para politis yaitu dari Golkar dan Demokrat.&lt;br /&gt;Dapat saya simpulkan tentang pembahasan yang disampaikan oleh para panelis:&lt;br /&gt;1. Zulfadhli " bahwa adanya pelanggaran UUD, apakah harus di biarkan?&lt;br /&gt;2. Mustaruddin " anggaran dana KALBAR untuk pendidikan sangat kurang&lt;br /&gt;3. Aswandi " efektifitas anggaran itu, tidak menjami kalau anggaran dinaikkan bisa efektif, menurut beliau mengalokasikan dana itu penting&lt;br /&gt;satu ungkapan dari pakar pendidikan kalbar ini ia menyatakan "anak miskin sekolah di kandang kambing" ia juga memaparkan kalau Bapak SBY melakukan kunjungan kerja ke sekolah yang beliau lihat adalah Perpustakaan dan WC.&lt;br /&gt;4. Pak Tarwo " judul detekesi dini kerentatanan bencana pendidikan kalbar"&lt;br /&gt;mengemukakan ada  masalah pendidikan kalbar&lt;br /&gt;1. infrastruktur yang kurang memadai&lt;br /&gt;2. penghasilan masyarakat masih primer (perntanian saja)&lt;br /&gt;3. rendahnya produksi&lt;br /&gt;tak hanya itu belia juga menyampaikan masalah yang dihadapi dalam pendidikan kalbar yaitu guru tidak merata/kompetensi guru tidak standard, saran dan prasaran rusak berat, jarak pemukiman dengan sekolah jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terlihat begitu antuisasi para audiens mendengarkan penjelasan para panelis. setelah selesai penyampaian oleh panelis. moderator membuka sesi pertanyaan. ketika di buka sesi pertanyaan atau komentar, dari penyampaian para audien ada yang mengharapakan sekali agar anggaran 20 persen dapat terlaksana dengan baik. sehingga pembangunan pendidikan kalbar dapat tercapai dengan optimal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANALISIS PENULIS&lt;br /&gt;setelah mendengar penjelasan mulai dari diknas kalbar, pakar pendidikan kalbar,para politisi, maupun dewan pendidikan kalbar. sangat mengkhawatirkan pendidikan di kalbar. sudah di uraikan di atas tentang kendala-kendala yang dihadapi pendidikan kalbar.&lt;br /&gt;pendidikan  tak terpisahkan dalam proses pengelolaan sumber daya manusia, baik dari pendidik maupun pelajar. selain membahas anggaran dana pendidikan kalbar dalam pertemuan itu juga disoroti tentang profesionalitas guru antara lain sertifikasi guru. menurut  aswandi jangan sampai berkontribusi merusak anak bangsa yaitu melalui pendidikan yang tidak terkonsep dengan baik. sangat disayangkan ternyata tampak tak jelas peta persoalan pendidikan dikalbar. terkait dengan dana sangat begitu sensitif. Zulfadhli mengungkapkan isu yang sering di angkat terkait dengan kalbar hanya perbatasan, jika ia bicara tentang pendidikan di kalbar jika bandingan dengan provinsi lainnya jauh ketinggalannya. prestasi pendidikan di kalbar 3 dari belakang. &lt;br /&gt;mudahan-mudahan adanya regulasi yang tepat yang ditelorkan oleh para pengambil kebijakan baik itu legislatif maupun eksekutif untuk memperjuangkan pendidikan kalbar yang saat itu sangat mengkhawatirkan. dan juga APBD dapat tecapai 20 persen sehingga pendidikan kalbar dapat berkembang dengan  optimal.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4246418201880899931-2221845798097767104?l=steofandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://steofandi.blogspot.com/feeds/2221845798097767104/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4246418201880899931&amp;postID=2221845798097767104&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4246418201880899931/posts/default/2221845798097767104'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4246418201880899931/posts/default/2221845798097767104'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://steofandi.blogspot.com/2011/11/seminar-sehari-20-persen-alokasi-dana.html' title='seminar sehari | 20 persen alokasi dana pendidikan APBD KALBAR 2012'/><author><name>steoes_assakkurae</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_vOGHm0AqIUs/TLkf8RpENTI/AAAAAAAAAkI/mbB3MJgblTE/S220/ste0s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4246418201880899931.post-4257760989889414644</id><published>2011-11-20T04:31:00.000-08:00</published><updated>2011-11-20T05:18:48.450-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>Pacaran Tanda Lemahnya Karakter</title><content type='html'>Isu yang begitu disukai oleh para pelajar ataupun mahasiswa yaitu masalah cinta. “Cinta ini  membunuhku” , “kekasih gelapku”, “mari bercinta”, begitu lah judul atau bunyi syair dari beberapa grup musik ternama di indonesia. Lagu tersebut cukup diminati bahkan dihafal oleh para remaja. Tak hanya lagu, bahkan di negeri ini yang menganut ideologi pancasila,kalah dengan ideologi sinetron yang mensosialisasikan adegan cinta-cintaan, saking banyaknya bahkan sangat digandrungi oleh para usia produktif dan tak kalah pentingnya langsung dipraktekkan.&lt;span class="fullpost"&gt;Pacaran menjadi lembaga resmi untuk kegiatan seksual di kalangan muda-mudi, bagi  yang tak mengenalnya sama dengan kalau bahasa jawanya katro’. Beberapa kasus yang mirip terjadi disekeliling penulis adalah menikah dini akibat kebablasan dengan pasangannya. ini menunjukkan betapa godaan bagi para muda-mudi sangat begitu rawan akan penyimpangan moral. Berangkat dari fenomena yang terjadi itu pacaran lebih banyak dilakukan mengikuti tren gaul daripada suara hati.&lt;br /&gt;Kenapa harus pacaran? Paling tidak ada 3 hal penulis paparkan yang faktor pacaran antara lain:&lt;br /&gt;1. Mengikuti tren gaul&lt;br /&gt;2. Gengsi / malu dengan teman&lt;br /&gt;3. Dianggap tak laku&lt;br /&gt;4. Iseng / coba-coba &lt;br /&gt;Terakhir, solusi yang dapat penulis sampaikan adalah pentingnya pendidikan moral mulai dari lingkup kecil yaitu keluarga. Orangtua mestinya mampu memahami perkembangan psikologi seorang remaja. Ketika berada di rumah paling tidak orangtua memberikan keteladan sikap baik berperilaku, berucap, dan orangtua menjadi role model dalam ibadah. Begitu juga lembaga sekolah dapat sekiranya menanamkan nilai-nilai karakter dengan memperhatikan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik pelajar. Guru tidak hanya transfer of knowledge tapi transfer of value.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tags: pacaran,remaja,mahasiswa,pendidikan karakter,pendidikan moral &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4246418201880899931-4257760989889414644?l=steofandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://steofandi.blogspot.com/feeds/4257760989889414644/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4246418201880899931&amp;postID=4257760989889414644&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4246418201880899931/posts/default/4257760989889414644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4246418201880899931/posts/default/4257760989889414644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://steofandi.blogspot.com/2011/11/pacaran-tanda-lemahnya-karakter.html' title='Pacaran Tanda Lemahnya Karakter'/><author><name>steoes_assakkurae</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_vOGHm0AqIUs/TLkf8RpENTI/AAAAAAAAAkI/mbB3MJgblTE/S220/ste0s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4246418201880899931.post-97575154410774682</id><published>2011-11-20T03:16:00.000-08:00</published><updated>2011-11-20T05:18:48.451-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>Pendidikan berbasis Karakter</title><content type='html'>menurut Fatchul Mu'in menyebutkan beberapa hal yang terkait dengan pendidkan karakter, sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. pendidikan mahal dan dampaknya bagi pembentukan karakter&lt;br /&gt;2. karakter mahasiswa yang dekaden dan anti-kemajuan&lt;br /&gt;3. kekerasan di sekolah dan dampkanya bagi pembentukan karakter&lt;br /&gt;4. karakter manipulatif dalam dunia pendidikan&lt;br /&gt;5. memanipulasi kualitas:sertifikasi guru dan dampaknya bagi pembentukan karakter&lt;br /&gt;6. kompetensi dalam pendidikan dan dampaknya bagi pembentukan karkater&lt;br /&gt;7. lemahnya karakter pelajar dan mahasiswa akibat "cinta" (pacaran dan seks bebas)&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;untuk penjelasannya silahkan klik ini &lt;a href="http://kumpulblogger.com/dam.php?b=169293"&gt;PENJELASAN&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4246418201880899931-97575154410774682?l=steofandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://steofandi.blogspot.com/feeds/97575154410774682/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4246418201880899931&amp;postID=97575154410774682&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4246418201880899931/posts/default/97575154410774682'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4246418201880899931/posts/default/97575154410774682'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://steofandi.blogspot.com/2011/11/pendidikan-berbasis-karakter.html' title='Pendidikan berbasis Karakter'/><author><name>steoes_assakkurae</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_vOGHm0AqIUs/TLkf8RpENTI/AAAAAAAAAkI/mbB3MJgblTE/S220/ste0s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4246418201880899931.post-382035614507834609</id><published>2010-03-21T00:14:00.001-07:00</published><updated>2010-03-21T00:14:50.112-07:00</updated><title type='text'>10 LANGKAH MENUJU KESUKSESAN</title><content type='html'>1. Punya tujuan yang Jelas&lt;br /&gt;2. Tujuan yang realistis, dan tidak sekedar khayalaan&lt;br /&gt;3. Kerja keras&lt;br /&gt;4. Tidak kehilang sumber energi&lt;br /&gt;5. Kreatif dan realistis &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;6. Memiliki kunci manajemen&lt;br /&gt;7. Menuju profesionalitas&lt;br /&gt;8. Kendaraan yang tepat&lt;br /&gt;9. Getaran hati&lt;br /&gt;10. Menjadikan hidup selalu gembira&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4246418201880899931-382035614507834609?l=steofandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://steofandi.blogspot.com/feeds/382035614507834609/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4246418201880899931&amp;postID=382035614507834609&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4246418201880899931/posts/default/382035614507834609'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4246418201880899931/posts/default/382035614507834609'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://steofandi.blogspot.com/2010/03/10-langkah-menuju-kesuksesan.html' title='10 LANGKAH MENUJU KESUKSESAN'/><author><name>steoes_assakkurae</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_vOGHm0AqIUs/TLkf8RpENTI/AAAAAAAAAkI/mbB3MJgblTE/S220/ste0s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4246418201880899931.post-1484902149861344551</id><published>2010-01-23T12:06:00.000-08:00</published><updated>2010-03-21T00:09:13.980-07:00</updated><title type='text'>Paham Liberalisme</title><content type='html'>pendahahuluan &lt;br /&gt;Di antara rahmat Allah swt atas umat ini, Allah telah menjadikan pada setiap zaman para ulama sebagai pewaris para Rasul. Para ulama tersebut menunjukki orang-orang yang sesat ke jalan yang benar membawa mereka dari kegelapan menuju cahaya. Dan menghidupkan orang-orang yang mati hatinya kepada Kitabullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat ini senantiasa dirahmati oleh Allah ketika berpegang teguh dengan ilmu dan terikat dengan para ulama. Hal ini tampak sekali pada zaman genarasi-genarasi terbaik, semasa hidup Rasulullah saw pada zaman sahabat, tabi’in, dan kuru-kurun berikutinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian datanglah sesudah mereka genarasi-generasi belakangan yang menjauh dari ilmu dan ulama dan lebih cenderung kepada orang-orang yang mereka sebut” para pemikiran Islam” atau “ cendikiawa Muslim”. Buah pahit yang dirasakan dari hal ini adalah dicabutnya rahmat Allah swt dnegan imbulnya perpecahan di dalam tubuh kaum muslimin sebagai akibat berbeda-bedanya pemikiran-pemikiran islami yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang sangat disayangkan istilah” pemiiran Islami” atau “fikroh Islamiyah” hingga hari ini masih banyak dipakai di kalangan kaum muslismin dalam tulisan-tulisan dan pembicaraan mereka.[1]&lt;br /&gt;    &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;B. Sejarah Liberalisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Liberalisme sebagai paham sesungguhnya sudah lami ada, seiring dengan proses penerjemahan buku-buku filsafat Yunani, Persia dan India ke dalam bahasa Arab atas perintah al-Makmum. Sejak itu, seruan kepada wihdatul adyan (penyatuan Agama) dan penisbatan nilai-nilai Agama sudah terdengar. Penganut paham pluralis ini mengambil patokan tahun 1798 sebagai tonggak berdirinya paham Liberal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1978 Napoleon Bonaparte menancapkan kukunya di Mesir. Tahun itu sangat bersejarah sehingga Bernard Lewis menyebutnya sebagai “a water shed in history” dan “the firs shock to Islamic complacency, the first impulse to westernization and reform (lewis 1963: 34) para sejarawan menyebutkan kedatangan Napoleon di Mesir merupakan tonggak penting bagi Muslim Liberal dan juga bagi bangsa Eropa. Bagi kaum Muslim Liberal, kedatangan iut membuka mata mereka, betapa tentara Eropa yang modern mampu menaklukkan dan menguasai jantung Islam. Bagi orang Eropa, kedatangan itu menyadarkan betapa mudah menaklukkan sebuah peradaban yang di masa silam begitu Berjaya dan sulit ditaklukkan. Begitu pentingnya tahun 1798 ini hingga Albert Hourani, sejarawan Inggris keturunan Libanon, menjadikan sebagai awal era Liberal bagi bangsa Arab dan kaum Muslimin. Seperti yang telah dijelaskan dalam bukunya, Arabic thought in the liberal age. Kedatangan Napoleon ke Mesir bukan sekedar invasi militer, melainkan juga titik awal westernisasi bangsa Arab dan kaum Muslimin. Hourani ini menjadikan era liberal sebagai rujukan masa kebangkitan islam di dunia modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran liberal masuk kedalam tubuh kaum muslimin melalui para penjajah colonial. Kemudian disambut orang-orang yang terperangah dengan modernisasi Eropa waktu itu. Munculah dalam tubuh kaum muslimin madrasah al-ishlahiyah (aliran reformis)dan madrasah at-tajdid (aliran pembaharu) serta al-Ashraniyun (aliran modernis) yang berusaha menggandengkan islam dengan liberal ditambah dengan banyaknya pelajar muslim yang dibina para orientalis di negara-negara Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya menyatukan liberalism kedalam islam sudah dilakukan oleh gerakan ‘islahiyah’ pimpinan Muhammad ‘Abduh dan para muridnya. Kemudian pada tahun 60an, munculah gerakan pembaharu (madrasah at-tajdid) dengan tokoh seperti Rifa’ah ath-thahthawi dan Khairuddin at-Tunisi. Pemikiran mereka ini tidaklah satu, namun mereka memiliki kesamaan dalam upaya menggabungkan ajaran islam dengan modernisasi Barat dan merekonstruksi ajaran agama agar sesuai dengan modernisasi Barat (orang-oranng kafir). Oleh karena itu, pemikiran mereka berbeda-beda sesuai dengan pengetahuan mmereka terhadap modernisasi di barat dan kemajuanya yang terus barkembang. Demikian juga, mereka sepakat menjadikan akal sebagaoi sumber hukum sebagaimana akal juga menjadi sumber hukum dalam ajaran liberal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini jelaslah kaum reformis dan modernis ini ternyata memilikii prinsip dan latar belakang serta orientasi pemikiran yang berbeda-beda, meskipun mereka sepakat untuk mengedepankan logika akal daripada al-Qur’an dan Sunnahdan pengaruh kuat pemikiran Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada diantara mereka yang secara terus terang mengungkapkan niat merka menghancurkan Islam karena terpengaruh pemikiran nasinalisme sekuler atau sayap kiri komunis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang berusaha memunculkan keraguan ke dalam tubuh kaum muslimin dengan berbagai istlah bid’ahyang slit dicerna pengtianya.Atau dengan cara membolak-balikan fakta dan realitas ajaran Islam sejati dengan pemikiran dan gerkannya.Mereka menempatkan orang sesat dan menyimpang sebagai pemikir yang bijak dan ksatria revolusioner.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara para ulama Islam datempatkan sebagai kalangan yang kolot konservatif dan tidak tahu hak asasi manusia.Yang lebih menyakitkan lagi adalah ungkapan sebagian mereka yang menuduh orang yang kembali merujuk nash syariat sebagai orang yang kolot dan paganis(musyrik).Prof.Fahmi Huawaidi dalam artikelnya yang barjudul Watsaniyun Hum ‘Abadatun Nushush (paganis itu adalah mereka yang menyembah nash-nash syari’at) menggambarkan hal tersebut sebagai paganism baru (watsaniyun jadidah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu karena paganism tidak hanya berbentuk penyembahan patung berhala semata. Karena itu adalah paganismezaman dahulu, namun paganism zaman ini telah berubah jadi bentuk perubahan syimboldan rumus pada penyembahan nash-nash dan ritualisme.(Lihat Al- ‘Aqlaniyun Afrakh al-mu’tazilah al-‘Ashriyun hal.63) sebenarnya hakikat usaha mereka ini adalah mengajak kaum muslimin untuk mengikuti ajaran dan pola pemikiran Barat dan menghilangkan aqidah islam dari tubuh kaum muslimin serta memberikan jalan kemudahan kepada musuh-musuh islam dalam menghancurkan kaum muslimin. Sehingga mereka menganggap aturan liberaldan demokrasi adalah perkara mendesak dan sangat cocok dengan hakikat islam dan ajaranyaserta tidak mengingkarinya kecuali fondamentalis garis keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Pengertian Liberalisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Liberalisme adalah sebuah istilah asing yang diambil dari bahasa Inggris yang berarti kebebasan. Kata ini kembali kepada kata”liberty” dalam bahasa Inggrisnya atau “liberte” menurut bahasa perancis, yang bermakna bebas.[2] Istilah ini datang dari Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para peneliti, baik dari mereka ataupun dari selainnya berselisih dalam mendefinisikan pemikiran ini. Namun seluruh definisi, kembali kepada pengertian kebebasan dalam pandangan Barat. The world book encyclopedia menulis pembahasan liberalisme, bahwa istilah ini dianggap masih samar, karena pengertian dan pendukung-pendukunnya berubah dalam bentuk tertentu dengan berlalunya waktu.[3]\&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Sulaiman al-Khirasyi menyebutkan, liberalisme adalah madzhab pemikiran yang memperhatikan kebebasan individu. Mazhab ini memandang, wajibnya menghormati kemerdekaan individu, serta kebanyakan bahwa tugas pokok pemerintahan adalah menjaga dan melindungi kebebasan rakyat, seperti kebebasan berpikir, kebebasan menyampaikan pendapat, kebebabasan kepemilikan pribadi, kebebasan individu dan sejenisnya.[4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Asas Pemikiran Liberal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum dasar liberalisme ada tiga, yaitu kebebasan, individualism, rasionalis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asas pertama, kebebasa. Yang dimaksud dengan asas ini ialah setiap individu bebas melakukan perbuatan. Negara tidak memiliki hak mengatus. Perbuatan itu hanya dibatasi oleh undang-undang yang dibuat sendiri, dan tidak terikat dengan aturan Agama. Dengan demikian liberalisme merupakan sisi lain dari sekulerisme, yaitu pemisahan dari Agama dan membolehkan lepas dari ketentuan Agama. Sehingga asas ini memberikan kebebasan pada manusia untuk berbuat, berkata, berkeyakinan dan berhukum sesukanya tanpa dibatasi oleh syariat Allah swt. Padahal Allah swt berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.Tiada sekutu bagiNya; dan demikian Itulah yang diperintahkan kepadaku dan Aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Kemudian kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama itu), Maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak Mengetahui.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asas kedua, individualism, dalam hal ini meliputi dua pengertian:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Pertama dalam pengertian ananiyah (keakuan) dan cinta diris sendiri, pengertian istilah inilah yang menguasai pemikiran masyarakat Eropa sejak masa kebangkitannya hingga abad ke-20 masehi.&lt;br /&gt;* Kedua, dalam pengertian kemerdekaan pribadi, ini merupakan pemahaman baru dalam Agama liberal yang dikenal pragmatisme.[5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asas ketiga yaitu rasionalisme (mendewasakan akal), dalam artian akal bebas dalam mengetahui dan mencapai kemashalatan dan kemanfaatan tanpa butuh pada kekuatan di luarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini dapat tampak dari hal-hal berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kebebasan adalah hak-hak yang dibangun di atas dasar materi bukan perkara di luar materi yang dapat disaksikan (abstrak). Dan cara mengetahuinya adalah dengan akal, panca indera dan percobaan.&lt;br /&gt;2. Negara dijauhakn dari semua yang berhubungan dengan keyakinan Agama karena kebebasan menuntut tidak adanya suatu yang pasti dan yakin, karena tidak mungkin mencapai hakekat sesuatu kecuali dengan perantara akal dari hasil percobaan yang ada. Sehingga menurut mereka manusia sebelum melakukan percobaan tidak mengetahui apa-apa sehingga tidak mampu untuk memastikan sesuatu, ini dinamakan ideology toleransi (mabda at-Tasamuh)[6]&lt;br /&gt;3. Undang-undang yang mengatur kebebasan ini dari tergelencir dalam kerusakan versi seluruh kelompok liberal adalah undang-undang buatan manusia yang berstandar pada akal yang merdeka dan jauh dari syariat Allah. Sumber mereka dalam undang-undang dan individu adalah akal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Liberal dalam pandangan hukum Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Liberalisme adalah pemikiran asing yang masuk ke dalam Islam. Pemikiran ini menafikkan adanya hubungan kehidupan Agama sama sekali. Pemikiran ini menganggap Agama sebagai rantai pengikat kebebasan hingga harus dibung jauh-jauh para perintis dan pemikir liberal yang menyusun pokok-pokok ajarannya dalam semua marhalah dan sepanjang masa telah membentuk liberal berada di luar garis seluruh Agama yang ada dam tidak seorang pun dari mereka yang mengklain adanya hubungan dengan Agama tertentu walaupun Agama yang menyimpang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Liberal hanyalah bentuk lain dari sekulerisme yang dibangun di atas sikap berpaling dari syariat Allah, kufur pada ajaran dan petunjuk Allah dan Rasul-Nya serta menghalangi manusia dari jalan Allah. Juga memerangi orang-orang sholih dan memotivasi orang-orang yang berbuat kemungkaran. Kesesatan pemikiran dan kebejatan moral manusia di bawah slogan kebebasan yang semu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. Munculnya istilah-istilah PEMIKIRAN Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjajahan yang dilakukan oleh orang-orang kafir Barat terhadap negeri-ngeri Islam tidaklah terbatas pada penjajahan secara militer tetapi juga meliputi penjajahan secara pemikiran yang dipelopori oleh para orentalis Barat. Orang-orang orentalis ini banyak memfokuskan studi pada Islamic studies (penelitian tentang Islam) untuk menghancurkan Islam. Mereka banyak mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang menyerang dan memojokkan ajaran-ajaran Isam dengan dalih penelitian tentang Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai reaksi, bangkitlah sekelompok dari kaum Muslimin untuk membantah serangan orentalis dengna memakai gaya bahasa orientalis dengan tujuan agar orang-orang bisa menerima bantahan-bantahan tersebut. Namun yang disayangkan mereka tidak membantah pemikiran-pemikiran orientalis ini dengan ilmu tetapi justru dengan pemikiran-pemikiran yang sama dari segi ungkapan, reference, metode pengambilan dan penyampaian serta yang lainnya. Akiabatnya jadilah suatu model pemikiran sebagai lawan model pemikiran lainnya.&lt;br /&gt;[1] Majalah as-Sunnah edisi 05.th XII sya’ban 1942 H/ Agusutus 2008 M&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2] Haqiqat Libraliya wa Mauqiful Muslim, sulaiman al-Khirasyi, hal 12&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3] Ibid, hal 16&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[4] Ibid hal 17&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[5] Lihat dalil al-Uqul al-Hairah fi kasyfi al-Muthabiyah al-Muashirah al-Ali, Hamid bin Abdillah, hal 18&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[6] Haqiqat Libraliya wa Mauqiful Muslim, sulaiman al-Khirasyi, hal 17&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4246418201880899931-1484902149861344551?l=steofandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://steofandi.blogspot.com/feeds/1484902149861344551/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4246418201880899931&amp;postID=1484902149861344551&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4246418201880899931/posts/default/1484902149861344551'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4246418201880899931/posts/default/1484902149861344551'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://steofandi.blogspot.com/2010/01/paham-liberalisme.html' title='Paham Liberalisme'/><author><name>steoes_assakkurae</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_vOGHm0AqIUs/TLkf8RpENTI/AAAAAAAAAkI/mbB3MJgblTE/S220/ste0s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4246418201880899931.post-2485686418519485245</id><published>2010-01-23T09:01:00.000-08:00</published><updated>2011-11-20T05:22:13.048-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><title type='text'>FAKTOR INTERN DAN EKSTERN RUNTUHNYA BANI UMAYYAH DI ANDALUSIA</title><content type='html'>PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Islam mengalami masa kemunduran sekitar abad ke-11 disebabkan berbagai macam permasalahan diantaranya adalah konfliknya umat Islam dengan umat Kristen yang tidak bisa diatasi lagi. Hal tersebut dimanfaatkan oleh Eropa. Eropa mulai bangkit dari keterbelakangan, kebangkitan tersebut bukan saja terlihat dalam bidang politik, dengan mengalahkan kerajaan-kerajan Islam dan bagian dunia yang lain. Tetapi terutama dalam bidang pengetahuan dan teknologi. Kemajuan Eropa saat ini tidak bisa dipisahkan dari pemerintahan Islam yang pernah jaya di Spanyol. Dari Spanyol Islamlah Eropa, itulah sedikit gambaran yang akan di bahas dalam makalah ini terkait sejarah Islam yakni runtuhnya Daulah Bani Umayyah di Andalusia yang dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor intern dan ekstern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berawal dari berakhirnya kekuasaan umar II (717-720), suasana perpolitikan Dinasti Umayyah di Andalusia semakin memanas, seperti terjadinya sebagai masyarakat tidak mau membayat zakat, pemberontakan terjadi dimana-mana sampai pada masa kekhalifahan Yazid II dan Hisyam I. pada masa ini pula kaum Syiah mulai melancarkan serangan secara berlahan. ketika Hisyam naik tahta dalam usia sebelas tahun. Oleh karena itu kekuasaan aktual berada di tangan para pejabat. Pada tahun 981 M, Khalifah menunjuk Ibn Abi Amir sebagai pemegang kekuasaan secara mutlak. Dia seorang yang ambisius yang berhasil menancapkan kekuasaannya dan melebarkan wilayah kekuasaan Islam dengan menyingkirkan rekan-rekan dan saingan-saingannya&lt;br /&gt;Hisyam (724-743) adalah khalifah yang kuat dan efektif, yang mampu mengembalikan kerajaan pada basis ekonomi yang lebih kuat, tetapi dia mencapai itu semua dengan menjadikan negaranya lebih cenderung pada sentralisasi dan kekkuasaaannya lebih otokratis. Ada beberapa hal yang menyebabkan runtuhnya Bani Umayyah di Spanyol di antaranya adalah faktor intern (dalam) dan ekstern (luar), berikut ini:&lt;br /&gt;A. Faktor dari dalam (intern)&lt;br /&gt;1. Tidak jelasnya sistem peralihan kekuasaan&lt;br /&gt;Dalam hal ini menyebabkan terjadinya persaingan tidak sehat di antara kalangan keluarga istana. Yaitu perebutan kekuasaan di antara ahli waris. Dan Ketika kekhalifahan Hisyam ibn Hakam, timbulnya perselisihan di kalangan pejabat tinggi Negara dan orang istana, sehingga terpecah menjadi dua kelompok; kelompok militer yang didominasi oleh Slav dan kelompok sipil dengan tokohnya al-Hajib al-Mansur yang didukung oleh menterinya. &lt;br /&gt;Oleh karena itu, mereka berpendapat bahwa kekhalifahan sebaiknya diserahkan kepada pamannya Hisyam, al-Mughirah ibn Abdurrahman al-Natsir. Sementara kelompok sipil mengharapkan kekhalifahan dipegang oleh Hisyam, agar kendali pemerintahan tetap dipegangn oleh para penguasa bersama khalifah Hisyam kecil itu. Dari perdebatan tersebut menyebabkan terbunuhnya al-Mughirah yang diduga pembunuhnya dari pihak sipil. &lt;br /&gt;Granada yang merupakan pusat kekuasaan Islam terakhir di Spanyol jatuh ketangan Ferdinan dan Isabella, di antaranya juga disebabkan permasalahan ini. Dari perselisihan tersebut memberikan peluang bagi mereka untuk melancarkan serangan mereka.&lt;br /&gt;2. Tidak adanya ideologi pemersatu &lt;br /&gt;Dengan ini terjadi konflik politik, sehingga timbulnya kelompok oposisi. Persaingan terjadi antara Arab Utara dengan Arab Selatan, di samping itu pula timbulnya kerajaan kecil (Muluk al-Thawaif), mengakibatkan terjadi pemberontakan dimana-mana dan pengacauan politik. Kelompok tersebut mengadakan pemberontakan yang berdampak bagi stabilitas politik kekuasaan Bani Umayyah di Spanyol. &lt;br /&gt;Kalau di tempat-tempat lain para muallaf diperlakukan sebagai orang Islam yang sederajat, di Spanyol, sebagaimana politik yang dijalankan Bani Umayyah di Damaskus, orang-orang Arab tidak pernah menerima orang-orang pribumi. Setidak-tidaknya sampai abad ke-10 M, mereka masih memberi istilah 'ibad dan muwalladun kepada para muallaf itu, suatu ungkapan yang dinilai merendahkan. &lt;br /&gt;Akibat dari kelompok – kelompok etnis tersebut yang non-Arab yang ada sering menggerogoti dan merusak perdamaian. Hal itu mendatangkan dampak besar terhadap sejarah sosio-ekonomi negeri tersebut. Hal ini menunjukan tidak adanya ideologi yang dapat memberi makna persatuan, disamping kurangnya figur yang dapat menjadi personifikasi ideologi itu. &lt;br /&gt;3. Para penguasa islam cukup puas dengan menerima upeti dan tidak melakukan islamisasi secara sempurna &lt;br /&gt;Tidak hanya itu dilakukan pemerintahan tersebut akan tetapi ketika melakukan islamisasi membiarkan mereka mempertahankan hukum dan adat kebiasaan orang nasrani. &lt;br /&gt;Akibatnya dengan kehadiran bangsa Arab menimbulkan rasa iri dan membangkitkan rasa kebangsaan bangsa spanyol yang Kristen. Berbagai usaha yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab itu, untuk berupaya semaksimal mungkin untuk mengadu domba sesama muslim. &lt;br /&gt;B. Faktor dari luar (ekstern)&lt;br /&gt;1. Timbulnya semangat orang-orang Eropa untuk menguasai kembali Andalusia&lt;br /&gt;Hal ini merupakan keinginan bangsa Eropa yang sudah lama terpendam, mereka ingin merebut kembali tanah air mereka dari tangan penguasa muslim. akan tetapi keinginan mereka masih belum terlaksana, karena islam pada waktu itu mempunyai kekuatan besar. Ketika kekuatan islam melemah, ini merupakan kesempatan emas bagi sekelompok komunitas yang tidak senang dengan kedatangan islam. Beberapa daerah belum dikuasai Islam &lt;br /&gt;Berawal dari saat Thariq dan Musa ketika menaklukkan wilayah Andalusia karena ada perintah untuk segera pulang sehingga menyebabkan mereka tidak berhasil untuk menaklukkan daerah yang terletak di Barat Laut.&lt;br /&gt;Penyebab keruntuhan dan kehancuran kekuasaan islam di Andalusia disebabkan ada beberapa daerah yang belum diduduki sepenuhnya waktu ekspansi islam seperti daerah Galicia. Daerah tersebut menjadi pusat Kristen. Yang kemudian berdirinya kerajaan Castile dan Aragon yang menjadi basisnya Kristen untuk menyerang kaum muslim dalam rangka menguasai wilayah kekuasaannya.&lt;br /&gt;Daerah tersebut dijadikan benteng pertahanan, pelatihan dan sekolah siasat yang dipersiapkan untuk perlawanan dikemudian hari, dan dari benteng tersebut dikomando upaya untuk memecahkan belah persatuan dan kesatuan umat islam, bahkan sering menyerang saat ada kesempatan.&lt;br /&gt;2. Konflik Islam dengan Kristen &lt;br /&gt;Dalam pertempuran tersebut Ferdianan dan Isabella melibatkan diri bersama 5.000 peronil dengan mendengungkan perang suci.&lt;br /&gt;Serangan ini dipelopori oleh raja Ferdinan dari Arogon dan Isabela dari Castila. Akibat konflik itu runtuhnya benteng Al-Hambra yang direbut oleh kristen. Dengan kemenangan mereka itu dari pihak Kristen merayakan kekalahan islam terakhir di spanyol The Deum, sebuah Hyne rasa syukur yang dinyanyikan di Cathedral St. Paul di London. &lt;br /&gt;Granada saat itu semasa dinasti Nasr, yang dipimpin oleh Maula Ali Abi al-Hasan yang merasa cemas dengan kombinasi antara kerajaan Castile dan Aragon. Sehingga terjadilah perang dingin dengan kaum Nasrani. &lt;br /&gt;al-Hasan sendiri wafat, diracun oleh anaknya, Abdullah dan kekuasaan dipegang saudaranya, al-Zaghlul (al-Zaghal) &lt;br /&gt;Jatuhnya Granada ketangan Kristen, pendeta Kristen memberikan pilihan kepada umat muslim dan Yahudi, yakni pindah agama atau tinggal di wilayah itu. Dengan demikian “salib telah menyingkirkan bulan sabit”. Artinya adalah kekuasaan islam telah dikalahkan oleh kekuasan Kristen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kesulitan ekonomi &lt;br /&gt;Masa-masa runtuhnya Bani Umayyah ini, disebabkan para penguasa lebih mementingkan pembangunan, sehingga lalai membinaan perekonominan. Di samping itu pula diakibatkan oleh etnis-etnis non –Arab sering menjadi perusak dan menggrogoti perdamaian, sehingga mempengaruhi terhadap kondisi perekonomian.&lt;br /&gt;Akibat dari pembangunan bidang fisik untuk keindahan kota dan peningkatan ilmu pengetahuan yang terlalu serius telah melalaikan pembangunan bidang perekonomian yang menjadi pendukung perekonomian persatuan dan kesatuan. Akibatnya perekonomian yang lemah itu, juga menyebabkan kondisi politik dan militer tak menentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian dua faktor yang mempengaruhi runtuhnya Daulah Bani Umayyah yang dapat kami paparkan, bahwasanya konflik internal yang berujung perebutan kekuasaan terjadi di antara para pemimpin muslim. Umat Islam menjadi lemah. Akhirnya, Raja Ferninand dan isterinya Ratu Isabella berhasil menaklukkan kekuasaan Islam setelah Granada, benteng terakhir kaum muslimin di Andalusia, jatuh ke tangan bangsa Eropa yang kafir. Daulah Umayyah II juga mengalami keruntuhan akibat perebutan kekuasaan.&lt;br /&gt;Meskipun penyebab terburuknya adalah serangan kaum Kristen, namun kondisi umat.Islam di Andalusia saat itu sedang melemah sedangkan kondisi umat Kristen berada dalam kemajuan yang pesat. &lt;br /&gt;Mengakhirnya makalah ini kami tutup dengan sebuah ungkapan seorang sejarawan ia menyatakan “ orang muslim yang menyinari bangsa Goth di Spanyol selama berabad-abad yang membawa kemajuan yang luar biasa, kini tenggelam dalam kegelapan setelah mereka mengusir islam secara total, bagaikan angsa yang selama ini menelorkan emas, dibunuh, maka berhenti telor emas. Yang dimaksud adalah kejayaan, kemajuan, peradaban, dan pembangaunan moril dan materi……. Islam memberi status eropa yang gelap menjadi maju, setelah islam lenyap bersama itu kemajuan dan pencerahan tenggelam pula dalam kegelapan. ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amstrong, Karen. 2002. Islam: A Short History; Sepintas Sejarah Islam. Surabaya. Ikon Teralitera.&lt;br /&gt;Karim, M. Abdul. 2007. Sejarah Pemikiran Dan Peradaban Islam. Yogyakarta: Pustaka Book Publisher.&lt;br /&gt;S, Ahmad Akbar. 2002. Rekonstruki Sejarah Islam. Yogyakarta: Fajar Pustaka Baru. &lt;br /&gt;Yatim, badri. 2004. Sejarah Peradaban Islam. Jakarta: PT Grafindo Persada&lt;br /&gt;http://zanikhan.multiply.com/journal/item/1630&lt;br /&gt;http://id.wikipedia.org/wiki/Bani_Umayyah#6.Penyebab_Kemunduran_dan_Kehancuran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4246418201880899931-2485686418519485245?l=steofandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://steofandi.blogspot.com/feeds/2485686418519485245/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4246418201880899931&amp;postID=2485686418519485245&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4246418201880899931/posts/default/2485686418519485245'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4246418201880899931/posts/default/2485686418519485245'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://steofandi.blogspot.com/2010/01/faktor-intern-dan-ekstern-runtuhnya.html' title='FAKTOR INTERN DAN EKSTERN RUNTUHNYA BANI UMAYYAH DI ANDALUSIA'/><author><name>steoes_assakkurae</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_vOGHm0AqIUs/TLkf8RpENTI/AAAAAAAAAkI/mbB3MJgblTE/S220/ste0s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4246418201880899931.post-5025662240556777347</id><published>2010-01-23T07:05:00.000-08:00</published><updated>2011-11-20T05:18:48.451-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>MAJELIS ILMU DAN INTERAKSI ANTARA GURU-MURID</title><content type='html'>A.Majelis Ilmu&lt;br /&gt;a.Pengertian Majelis Ilmu&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_vOGHm0AqIUs/S1sQkwgAxuI/AAAAAAAAAgA/usFBERdBXOY/s1600-h/aa-majlis+ilmu+sh+nuruddin.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_vOGHm0AqIUs/S1sQkwgAxuI/AAAAAAAAAgA/usFBERdBXOY/s200/aa-majlis+ilmu+sh+nuruddin.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5429951999405770466" /&gt;&lt;/a&gt;Dari segi etimologi majelis ilmu berasal dari bahasa arab yang terdiri dari dua kata yaitu majelis dan ilmu. Majelis bermakna “tempat duduk”, sedangkan menurut kamus besar bahasa Indonesia majelis adalah pertemuan, kumpulan, tempat sidang. Sedangkan ilmu bermakna adalah pengetahuan tetang sesuatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode-metode tertentu yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala tertentu di bidang (pengetahuan) itu.&lt;br /&gt;    &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian majelis ilmu (Convention for knowledge) adalah suatu pertemuan atau kumpulan yang terdapat pengkajian atau pengajaran tentang pengetahuan tertentu yang disusun secara bersistem. “Pendidikan secara kultural pada umumnya berada dalam lingkup peran, fungsi dan tujuan yang tidak berbeda. Semuanya hidup dalam upaya yang bermaksud mengangkat dan menegakkan martabat manusia melalui transmisi yang dimilikinya, terutama dalam bentuk transfer of knowledge dan transfer of value”. &lt;br /&gt;Seorang Muslim wajib mempelajari ilmu bersungguh-sungguh agar dapat berjalan di muka bumi ini mengikut hidayah serta tuntutan Allah SWT tidak tersesat jalan yang akan membinasakannya. Bagi memahami ajaran Islam haruslah melalui pembacaan kitab-kitab rujukan Islam yang muktabar sambil meminta nasihat serta petunjuk dari para ulama muktabar tentang kitab-kitab yang perlu dibaca dan yang sesuai diteliti ilmunya. Di samping itu dapat dimanfaatkan majelis-majelis ilmu dari ulama-ulama terkenal. Sebenarnya inilah majelis ilmu yang disebut Nabi s.a.w sebagai ‘taman-taman Syurga’ : “Jika kalian melalui taman-taman syurga, maka berhentilah dan duduklah di situ”. Para Sahabat r.a. bertanya : “Apakah taman-taman Syurga itu wahai Rasulullah?” Jawab baginda : “Majelis-majelis ilmu dan zikir”. &lt;br /&gt;Dari hadis tersebut dapat dipahami bahwa suatu majelis yang di dalam terdapat kajian tentang ilmu pengetahuan maka itu akan memberikan manfaat yang luar biasa, baik untuk dirinya maupun bagi masyarakat.&lt;br /&gt;Majelis ilmu juga bisa berupa pengajaran pengetahuan yang dilakukan di lembaga formal seperti sekolah, kampus dan lain-lain. Di mana dalam kegiatan tersebut adanya seorang pembimbing (pendidik / guru) dan ada pula peserta didiknya. Allah SWT berfirman dalam surah Al-Mujadalah ayat 11 yang berbunyi:&lt;br /&gt;-lapanglah dalam majlis", Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.&lt;br /&gt;Imam Ibnu Katsir dalam Tasfsirnya Al-Qur'an al Azhim, Juz IV, hal 324, mengatakan bahwa Allah SWT dalam ayat ini mendidik kaum muslimin agar bersikap baik satu sama lain di dalam majlis. Janganlah satu sama lain mempersempit tempat duduk, sehingga seolah-olah yang satu menghalangi keberadaan dan kehadiran yang lain dalam majlis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.Majelis&lt;br /&gt;1.Berilah izin salam atau mintalah izin kepada orang-orang yang di dalam majlis ketika masuk dan keluar dari majlis tersebut. &lt;br /&gt;Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila salah seorang di antara kalian sampai di suatu majlis, maka hendaklah memberi salam, lalu jika dilihat layak baginya duduk, maka hendaklah ia duduk. Kemudian jika bangkit (akan keluar) dari majlis hendaklah memberi salam pula. Bukanlah salam yang pertama lebih utama daripada yang kedua.” (HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi, dinilai shahih oleh Al-Albani). &lt;br /&gt;2.Duduklah di tempat yang masih tersisa. Jabir bin Samurah radhiallahu ‘anhu menuturkan, “Apabila kami datang kepada Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam, maka masing-masing dari kami duduk di tempat yang masih tersedia di majlis.” (HR. Abu Daud dan dishahihkan oleh Al-Albani). &lt;br /&gt;3.Jangan menyuruh orang lain untuk pindah dari tempat duduknya kemudian anda mendudukinya, akan tetapi berlapang-lapanglah di dalam majlis. Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seseorang tidak boleh memerintah-kan orang lain pindah dari tempat duduknya lalu ia menggantikannya, akan tetapi berlapanglah dan perluaslah.” (Muttafaq ’alaih). &lt;br /&gt;4.Jangan duduk di tengah-tengah (lingkaran majlis) halaqah. &lt;br /&gt;5.Jangan duduk di antara dua orang yang sedang duduk kecuali seizin mereka. &lt;br /&gt;Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak halal bagi seseorang memisah di antara dua orang kecuali seizin keduanya.” (HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Al-Albani). &lt;br /&gt;6.Jangan menempati tempat duduk orang lain yang keluar sementara waktu untuk suatu keperluan. Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila seorang di antara kamu bangkit (keluar) dari tempat duduknya, kemudian kembali, maka ia lebih berhak menempatinya.” (HR. Muslim). &lt;br /&gt;7.Jangan berbisik berduaan dengan tidak melibatkan orang ke tiga. &lt;br /&gt;Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila kalian sedang bertiga, maka yang dua orang tidak boleh berbisik-bisik tanpa melibatkan yang ketiga sehingga kalian berbaur dengan orang banyak, karena hal tersebut dapat membuatnya sedih.” (Muttafaq ’alaih). &lt;br /&gt;8.Jangan banyak tertawa. Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kalian memperba-nyak tawa, karena banyak tawa itu mematikan hati.” (HR. Ibnu Majah dan dinilai shahih oleh Al-Albani). &lt;br /&gt;9.Jagalah pembicaraan yang terjadi di dalam forum (majlis). Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila seseorang membicarakan suatu pembicaraan, kemudian ia, maka itu adalah amanat.” (HR. At-Tirmidzi, dinilai hasan oleh Al-Albani) Amanah bagi yang ditoleh. &lt;br /&gt;10.Jangan melakukan suatu perbuatan yang bertentangan dengan perasaan orang lain, seperti menguap, membuang ingus atau bersendawa di dalam majlis. &lt;br /&gt;11.Jangan memata-matai.Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kamu mencari-cari atau memata-matai orang.” (Muttafaq ’alaih). &lt;br /&gt;12.Tutuplah majlis dengan do`a kaffarah majlis. Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang duduk di dalam suatu majlis dan di majlis itu terjadi banyak gaduh, kemudian sebelum bubar dari majlis itu ia berdo’a, &lt;br /&gt;13.Isilah majlis dengan ingat kepada Allah agar tidak bernilai kotor di sisi Allah dan kerugian (HR. Abu Daud) &lt;br /&gt;14.Jagalah kebersihan dan bau harum atau kesegaran ruangan. &lt;br /&gt;Bicaralah secara halus dan sopan. &lt;br /&gt;c.Keutamaan Majelis Ilmu&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadist disebutkan keutamaan majelis yang artinya” Seorang Anshar bertanya kepada Rasulullah saw: “Wahai Rasulullah, jika ada orang yang meninggal dunia bertepatan dengan acara majelis ulama, manakah yang lebih berhak mendapat perhatian?” Rasulullah saw. pun menjawab, “jika telah ada orang yang mengantarkan dan menguburkan jenazah, maka menghadiri majelis ulama lebih utama daripada melayat seribu jenazah. Bahkan ia lebih utama daripada menjenguk seribu orang sakit, atau shalat seribu hari seribu malam, atau sedekah seribu dirham pada faqir miskin, atau pun seribu kali berhaji; bahkan lebih utama daripada seribu kali berperang di jalan Allah dengan jiwa dan hartamu! Tahukah engkau bahwa Allah dipatuhi dengan ilmu, dan disembah dengan ilmu pula? Tahukah engkau bahwa kebaikan dunia dan akhirat adalah dengan ilmu, sedangkan keburukan dunia dan akhirat adalah dengan kebodohan?” &lt;br /&gt;Hadis di atas merefleksikan tentang keutamaan pentingnya menghadiri majelis ilmu. Mengapa menghadiri majelis ilmu begitu diprioritaskan dari berta’ziah? &lt;br /&gt;Majelis ilmu memang pantas bila harus diistimewakan kedudukannya daripada bertakziah. Selain karena majelis ilmu adalah tempat mencari kebenaran dan menggali hikmah. Menjala rahmat dan hidayah dari Allah pun bisa dilakukan dengan cara menghadiri majelis ilmu. &lt;br /&gt;Majelis ilmu juga memberikan kesempatan pada manusia untuk berbaur dengan sesama insan yang juga mencintai ilmu. Hingga keimanan yang tertanam dalam hati mereka kian subur. Mereka bisa saling menasihati, saling mengingatkan, dan saling menyampaikan kabar gembira yang berasal dari Al-Qur’an dan Hadis. Hal ini menjadikan hati orang yang selalu menghadiri majelis ilmu semakin erat dengan manusia dan semakin lekat dengan Allah. &lt;br /&gt;Maka luar biasa kiranya, bila menuntut ilmu itu menjadi sesuatu yang didahulukan, sebab dengan mencari ilmu, maka kita akan mengetahui apa yang tidak kita ketahui, serta untuk mengetahui, apa yang juga diketahui oleh orang lain. Dengan harapan agar kita tidak terpuruk dalam kejumudan intelektual, serta tidak tertinggal oleh orang lain, ketika mereka berlomba-lomba menabung amal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.Interaksi Guru Dan Murid&lt;br /&gt;Interakasi atau hubungan guru dan murid merupakan hal yang penting. Sejarah pendidikan islam bahwasanya bersikap menampilkan pola hubungan guru-murid berdasarkan rasa cinta, cermat, dan persahabatan. Menurut Nasr dalam bukunya berjudul sains mengatakan” hubungan guru-murid dalam pendidikan islam selalu memiliki aspek yang sangat personal, dimana seorang penuntut ilmu mencari seorang guru, bukan lembaga, lalu mengabdikan diri sepenuhnya kepada guru tersebut. Hubungan yang terjalin antara guru dan murid selalu intim; seorang murid menghormati gurunya seperti seorang ayah dan mematuhinya, bahkan dalam hal-hal pribadi yang tak langsung berkaitan dengan pendidikannya secara norma” &lt;br /&gt;Adapun kriteria akhlak seorang pendidik (guru), antara lain:&lt;br /&gt;1.mencintai jabatannya sebagai guru&lt;br /&gt;2.bersikap adil terhadap semua muridnya&lt;br /&gt;3.harus gembira dan berwibawa &lt;br /&gt;4.berlaku sabar dan tenang&lt;br /&gt;5.harus bersifat manusiawi&lt;br /&gt;6.bekerja sama dengan guru-guru lain&lt;br /&gt;7.bekerjasama dengan masyarakat &lt;br /&gt;Tugas terpenting pula bagi seorang guru adalah ia dijadikan teladan (uswah) bagi murid-muridnya. Sebagaiman Al-Ghazali mengisyaratkan dengan sebuah tongkat dan bayangan, beliau berkata “ bagaimana mau bayangan lurus seandainya tongkatnya saja bengkok”, bahwa hal ini memberikan indikasi kekeliruan tingkah laku guru berakibat sangat fatal. &lt;br /&gt;Sedangkan untuk seorang murid (anak didik) paling tidak mempunyai akhlak / adab dalam menuntut ilmu terhadap gurunya, yakni:&lt;br /&gt;1.harus membersihkan hatinya dari kotoran dan penyakit hati, karena belajara adalah ibadah&lt;br /&gt;2.harus mempunyai tujuan untuk dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT bukan untuk kemegahan dan kedudukan&lt;br /&gt;3.pelajara harus tabah dalam menimba ilmu pengetahuan&lt;br /&gt;4.wajib menghormati guru, sehingga guru menjadi ridho terhadap ilmunya (Asma Hasan Fahmi.:175)&lt;br /&gt;Dari adab murid tersebut, dapat disimpulkan betapa pentingnya dan mulianya kedudukan seorang guru (pendidik). Menurut Ahmad Syauqy dalam syairnya yang berbunyi,” posisikanlah seorang guru di tempat yang mulia, sebab posisi guru hampir mendekati posisi Rasul”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwasanya orang-orang yang beriman dan berimul akan diangkat derajatnya di sisi Allah. Oleh karena itu beruntunglah seseorang yang memiliki ilmu yang diamalkan untuk beramal shaleh. Dalam suatu proses pendidikan sangat diperlukan seorang pendidik (guru), dan seorang peserta didik (murid) haruslah menjaga adab dalam proses penerimaan pengetahuan, agar apa yang didapat mendapatkan barokah. Oleh karena itu sangat penting menjaga interaksi antara guru-murid sebab dengan menjaga adab satu sama lain maka akan tercipta suasana pengajaran yang baik dan menuju tujuan yang akan dicapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asari, Hasan. 1999. Nukilan Pemikiran Islam Klasik. Yogyakarta: PT Wacana Yogya.&lt;br /&gt;Salim, Haitami. Mahrus, Erwin. 2006. Filsafat Pendidikan Islam. Pontianak: STAIN Pontianak Press.&lt;br /&gt;Tafsir, Ahmad. 2007. Ilmu Pendidikan Dalam Prespektif Islam. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.&lt;br /&gt;http://www.geocities.com/Athens/Ithaca/8306/baru1420/tafsir/tafsir1.htm&lt;br /&gt;http://khalilullah85.multiply.com/journal/item/19&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4246418201880899931-5025662240556777347?l=steofandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://steofandi.blogspot.com/feeds/5025662240556777347/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4246418201880899931&amp;postID=5025662240556777347&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4246418201880899931/posts/default/5025662240556777347'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4246418201880899931/posts/default/5025662240556777347'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://steofandi.blogspot.com/2010/01/majelis-ilmu-dan-interaksi-antara-guru.html' title='MAJELIS ILMU DAN INTERAKSI ANTARA GURU-MURID'/><author><name>steoes_assakkurae</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_vOGHm0AqIUs/TLkf8RpENTI/AAAAAAAAAkI/mbB3MJgblTE/S220/ste0s.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_vOGHm0AqIUs/S1sQkwgAxuI/AAAAAAAAAgA/usFBERdBXOY/s72-c/aa-majlis+ilmu+sh+nuruddin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4246418201880899931.post-2615018756476550543</id><published>2010-01-23T06:59:00.000-08:00</published><updated>2011-11-20T05:21:32.295-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><title type='text'>TURKI USMANI (1288-1923 M / 1299–1923 M)</title><content type='html'>A. Latar Belakang&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_vOGHm0AqIUs/S1sP19o7QnI/AAAAAAAAAf4/FcHILZIPRmI/s1600-h/peninggalan+turki+usmani.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 157px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_vOGHm0AqIUs/S1sP19o7QnI/AAAAAAAAAf4/FcHILZIPRmI/s200/peninggalan+turki+usmani.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5429951195478966898" /&gt;&lt;/a&gt;Pendiri kerajaan ini adalah bangsa Turki dari Kabilah Oghuz / Ughuj yang mendiami daerah Mongol dan daerah Utara Negeri Cina. Pada Abad ke-13 M, saat Chengis Khan mengusir orang-orang Turki dari Khurasan dan sekitarnya. Kakenya Usman, yang bernama Sulaiman bersama pengikutnya bermukim di Asia kecil. Dari perjalanan tersebut Sulaiman, ia tenggelam ketika menyemberangi sungai Efrat (dekat Allepo). Sulaiman mempunyai empat saudara yang bernama, Shunkur, Gundogdur, al-Thugril, dan Dundar. Dua puteranya kembali ke tanah air mereka. Sementara yang kedua terakhir bermukim di Asia kecil. Di sana mereka di bawah pimpinan Sultan Alauddin di Kunia. Saat Mongol menyerang sultan Alauddin di Anggara (kini Angkara), al-Thugril membantu mengusir Mongol, sehingga berkat jasanya itu, Alauddin memberikan daerah Iski Shahr dan sekitarnya. Al-Thugril, mendirikan ibukota bernama Sungut, di sana lahir anak pertama bernama Usman pad 1258 M. Al-Thugril meninggal pada 1288 M. dan ia mendeklarasikan dirinya sebagai Sultan, maka sejak itulah berdiri Dinasti Turki Usman.&lt;br /&gt;    &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;B. Silsilah Keturunan / Kekuasaan&lt;br /&gt;Sultan Alauddin meninggal pada 1300 M / 699 H, maka Usman mengumumkan diri sebagai Sultan yang berdaulat penuh. Namun tidak langung diakui oleh banyak orang. Pada masa Usman hanya memiliki wilayah yang sangat kecil, ia meninggal pada 1326 M. kemudian puteranya naik tahta yang bernama Orkhan (Urkhun) pada usia 42 tahun. Pada masanya ia membentuk tiga pasukan utama, tentara Siphai (tentara reguler), tentara Hazeb (tentara ireguler), tentara Jenisari (pasukan direkrut pada usia dua belas tahun). Selanjutnya kekuasaan beralih kepada puteranya Murad I, yang telah berhasil menaklukan, Adrianopol, Masedonia, Bulgaria, Serbia, Kosovo dan Asia kecil. Murad I bergelar Alexander abad pertengahan. Murad digantikan oleh puteranya Bayazid I, yang bergelar Ildrim (kilat), terjadi &lt;br /&gt;Pertempuran dengan tentara Mongol yang dipimpin oleh Timur Lenk, sehingga Bayazid I bersama puteranya Musa tertawan dan wafat dalam tawanan tahun 1403 M. Pada masa ini Turki Usmani mulai mengalami kemunduran. Kemudian dilanjutkan oleh Muhammad, ia berhasil memulihkan kondisi menjadi stabil sehingga para sejarawan mensejajarkan dia dengan Umar II dari Dinasti Umayyah. Setelah ia meninggal digantikan oleh Murad II (1421-1451 M),, ia mengembalikan cintra Murad I, yaitu dengan merebut kembali daerah-daerah Eropa (Kosovo). Ia banyak mendirikan Masjid dan Sekolah. Penggatinya adalah Muhammad II (1451-1484M), dengan gelar Al-Fatih, ia telah berhasila menaklukkan kota Konstantinopel pada 25 Mei 1453. Dan juga ia menaklukkan Venish, Italy, Rhodos, dan Cremia yang terkenal denan Konstantinopel II. ia menerapkan UU islam dalam qanun namah. Setelaha abad ke-16 M atauran ini dilonggarkan. Al-fatih meninggal, digantikan anaknya Bayazid II, kemudian digantikan oleh anaknya Salim I, ia sangat kejam, dalam sejarah Eropa dikenal sebagai Salim the Grim. Ia menaklukkan Asia Kecil, Persia, Kaldiran, dan Mesir. Dan juga berhasil menaklukkan Sultan Mamluk (1517 M). ia memindahkan Khalifah boneka Bani Abbas ke Konstantinopel yang bernama Ahmad dan mengambil gelar secara sakral yang kemudian digunakan oleh sultan Turki, Salim I, sehingga kota tersebut berubah menjadi Istambul. Selanjutnya digantikan oleh Sulaiman Agung (1520-1566), mendapat julukan Sulaiman al-Qanuni, pada masanya disusun sebuah kitab undang-undang (qanun), Kitab tersebut diberi nama Multaqa al-Abhur dan berhasil membawa kejayaan islam, dan ia pula berhasil menterjemahkan Al-Qur’an dalam bahasa Turki. Sulaiman jug berhasil menundukkan Irak, Belgrado, Pulau Rodhes, Tunis, Budapest, dan Yaman. Dengan demikian, luas wilayah Turki Usmani pada masanya mencakup Asia Kecil, Armenia, Irak, Siria, Hejaz, dan Yaman di Asia; Mesir, Libia, Tunis, dan Aljazair di Afrika; Bulgaria,Yunani, Yugoslavia, Albania, Hongaria, dan Rumania di Eropa.&lt;br /&gt;Sulaiman al-Qanuni diganti oleh Salim II (1566-1573 M), Di masa pemerintahannya terjadi pertempuran antara armada laut Kerajaan Usmani dengan armada laut Kristen yang terdiri dari angkatan laut Spanyol, angkatan laut Bundukia, angkatan laut Sri Paus, dan sebagian kapal para pendeta Malta yang dipimpin Don Juan dari Spanyol. Pertempuran itu terjadi di Selat Liponto (Yunani). Dalam pertempuran ini Turki Usmani mengalami kekalahan yang mengakibatkan Tunisia dapat direbut oleh musuh.&lt;br /&gt;Selanjunya digantikan oleh Sultan Murad III (1574-1595 M) berkepribadian jelek dan suka memperturutkan hawa nafsunya, namun Kerajaan Usmani pada masanya berhasil menyerbu Kaukasus dan menguasai Tiflis di Laut Hitam (1577 M), merampas kembali Tabnz, ibu kota Safawi, menundukkan Georgia, mencampuri urusan dalam negeri Polandia, dan mengalahkan gubernur Bosnia pada tahun 1593 M. Namun kehidupan moral Sultan yangjelek menyebabkan timbulnya kekacauan dalam negeri.&lt;br /&gt;Kekacauan ini makin menjadi-jadi dengan tampilnya Sultan Muhammad III (1595-1603M), pengganti Murad III, yang membunuh semua saudara laki-lakinya berjumlah 19 orang dan menenggelamkan janda-janda ayahnya sejumlah 10 orang demi kepentingan pribadi. Dalam situasi yang kurang baik itu, Austria berhasil memukul Kerajaan Usmani.&lt;br /&gt;Sultan Ahmad I (1603-1617 M), pengganti Muhammad III, sempat bangkit untuk memperbaiki situasi dalam negeri, tetapi kejayaan Kerajaan Usmani di mata bangsa-bangsa Eropa sudah mulai memudar.&lt;br /&gt;Sesudah Sultan Ahmad I ( 1603-1617 M), situasi semakin memburuk dengan naiknya Mustafa I (masa pemerintahannya yang pertama (1617-1618 M) dan kedua, (1622-1623 M). Karena gejolak politik dalam negeri tidak bisa diatasinya, Syaikh al-Islam mengeluarkan fatwa agar ia turun dari tahta dan diganti oleh Usman II (1618-1622 M). Namun yang tersebut terakhir ini juga tidak mampu memperbaiki keadaan. Dalam situasi demikian bangsa Persia bangkit mengadakan perlawanan merebut wilayahnya kembali. Kerajaan Usmani sendiri tidak mampu berbuat banyak dan terpaksa melepaskan wilayah Persia tersebut.&lt;br /&gt;Langkah-langkah perbaikan kerajaan mulai diusahakan oleh Sultan Murad IV (1623 – 1640 M). Pertama-tama ia mencoba menyusun dan menertibkan pemerintahan. Pasukan Jenissari’ yang pernah menumbangkan Usman II dapat dikuasainya. Akan tetapi, masa pemerintahannya berakhir sebelum ia berhasil menjernihkan situasi negara secara keseluruhan. Situasi politik yang sudah mulai membaik itu kembali merosot pada masa pemerintahan Ibrahim I (1640-1648 M), karena ia termasuk orang yang lemah. Pada masanya ini orang-orang Venetia melakukan peperangan laut melawan dan berhasil mengusir orang-orang Turki Usmani dari Cyprus dan Creta tahun 1645 M. Kekalahan itu membawa Muhammad Koprulu (berasal dari Kopru dekat Amasia di Asia Kecil) ke kedudukan sebagai wazir atau shadr al-a’zham (perdana menteri) yang diberi kekuasaan absolut. Ia berhasil mengembalikan peraturan dan mengkonsolidasikan stabilitas keuangan negara. Setelah Koprulu meninggal (1661 M), jabatannya dipegang oleh anaknya, Ibrahim.&lt;br /&gt;Ibrahim menyangka bahwa kekuatan militernya sudah pulih sama sekali. Karena itu, ia menyerbu Hongaria dan mengancam Vienna. Namun, perhitungan Ibrahim meleset, ia kalah dalam pertempuran itu secara berturut-turut. Pada masa-masa selanjutnya wilayah Turki Usmani yang luas itu sedikit demi sedikit terlepas dari kekuasaannya, direbut oleh negara-negara Eropa yang baru mulai bangun. Pada tahun 1699M terjadi “Perjanjian Karlowith” yang memaksa Sultan untuk menyerahkan seluruh Hongaria, sebagian besar Slovenia dan Croasia kepada Hapsburg; dan Hemenietz, Padolia, Ukraina, Morea, dan sebagian Dalmatia kepada orang-orang Venetia.&lt;br /&gt;Pada tahun 1770 M, tentara Rusia mengalahkan armada Kerajaan Usmani di sepanjang pantai Asia Kecil. Akan tetapi, tentara Rusia ini dapat dikalahkan kembali oleh Sultan Mustafa III (1757-1774 M) yang segera dapat mengkonsolidasi kekuatannya.&lt;br /&gt;Sultan Mustafa III diganti oleh saudaranya, Sultan Abd al-Hamid (1774-1789 M), seorang yang lemah. Tidak lama setelah naik tahta, di Kutchuk Kinarja ia mengadakan perjanjian yang dinamakan “Perjanjian Kinarja” dengan Catherine II dari Rusia. Isi perjanjian itu antara lain:&lt;br /&gt;1. Kerajaan Usmani harus menyerahkan benteng-benteng yang berada di Laut Hitam kepada Rusia dan memberi izin kepada armada Rusia untuk melintasi selat yang menghubungkan Laut Hitam dengan LautPutih, dan&lt;br /&gt;2. Kerajaan Usmani mengakui kemerdekaan Kirman (Crimea).&lt;br /&gt;Demikianlah proses kemunduran yang terjadi di Kerajaan Usmani selama dua abad lebih setelah ditinggal Sultan Sulaiman al-Qanuni. Satu persatu negeri-negeri di Eropa yang pernah dikuasai kerajaan ini memerdekakan diri. Bukan hanya negeri-negeri di Eropa yang memang sedang mengalami kemajuan yang memberontak terhadap kekuasaan Kerajaan Usmani, tetapi juga beberapa daerah di Timur Tengah mencoba bangkit memberontak.&lt;br /&gt;Di Mesir, kelemahan-kelemanan Kerajaan Usmani membuat Mamalik bangkit kembali. Di bawah kepemimpinan Ali Bey, pada tahun 1770 M, Mamalik kembali berkuasa di Mesir, sampai datangnyaNapoleon Bonaparte dari Perancis tahun 1798 M.&lt;br /&gt;Di Libanon dan Syria, Fakhral-Din, seorang pemimpin Dntze, berhasil menguasai Palestina, dan pada tahun 1610 M merampas Ba’albak dan mengancam Damaskus. Fakhr al-Din baru menyerah tahun 1635 M. Di Persia, Kerajaan Safawi ketika masih jaya beberapa kali mengadakan perlawanan terhadap Kerajaan Usmani dan beberapa kali pula ia keluar sebagai pemenang.&lt;br /&gt;Sementara itu, di Arabia bangkit kekuatan baru, yaitu aliansi antara pemimpin agama Muhammad ibn Abd al-Wahhab yang dikenal dengan gerakan Wahhabiyah dengan penguasa lokal Ibn Sa’ud. Mereka berhasil menguasai beberapa daerah di jazirah Arab dan sekitarnya di awal paroh kedua abad ke-18 M.&lt;br /&gt;Pemberontakan-pemberontakan yang terjadi di Kerajaan Usmani ketika sedang mengalami kemunduran. Gerakan-gerakan seperti itu terus berlanjut hingga abad ke-19 dan ke-20 M.&lt;br /&gt;Peta Turki saat ini di tahun 2008, &lt;br /&gt;• Osman I (1281-1326; bey)&lt;br /&gt;• Orhan I (1326-1359; bey)&lt;br /&gt;• Murad I (1359-1389; sultan sejak 1383)&lt;br /&gt;• Beyazid I (1389-1402)&lt;br /&gt;• Interregnum (1402-1413)&lt;br /&gt;• Mehmed I (1413-1421)&lt;br /&gt;• Murad II (1421-1444) (1445-1451)&lt;br /&gt;• Mehmed II (sang Penguasa) (1444-1445) (1451-1481)&lt;br /&gt;• Beyazid II (1481-1512)&lt;br /&gt;• Selim I (1512-1520)&lt;br /&gt;• Suleiman I (yang Agung) (1520-1566)&lt;br /&gt;• Selim II (1566-1574)&lt;br /&gt;• Murad III (1574-1595)&lt;br /&gt;• Mehmed III (1595-1603)&lt;br /&gt;• Ahmed I (1603-1617)&lt;br /&gt;• Mustafa I (1617-1618)&lt;br /&gt;• Osman II (1618-1622)&lt;br /&gt;• Mustafa I (1622-1623)&lt;br /&gt;• Murad IV (1623-1640)&lt;br /&gt;• Ibrahim I (1640-1648)&lt;br /&gt;• Mehmed IV (1648-1687)&lt;br /&gt;• Suleiman II (1687-1691)&lt;br /&gt;• Ahmed II (1691-1695)&lt;br /&gt;• Mustafa II (1695-1703)&lt;br /&gt;• Ahmed III (1703-1730)&lt;br /&gt;• Mahmud I (1730-1754)&lt;br /&gt;• Osman III (1754-1757)&lt;br /&gt;• Mustafa III (1757-1774)&lt;br /&gt;• Abd-ul-Hamid I (1774-1789)&lt;br /&gt;• Selim III (1789-1807)&lt;br /&gt;• Mustafa IV (1807-1808)&lt;br /&gt;• Mahmud II (1808-1839)&lt;br /&gt;• Abd-ul-Mejid I (1839-1861)&lt;br /&gt;• Abd-ul-Aziz (1861-1876)&lt;br /&gt;• Murad V (1876)&lt;br /&gt;• Abd-ul-Hamid II (1876-1909)&lt;br /&gt;• Mehmed V (Reşad) (1909-1918)&lt;br /&gt;• Mehmed VI (Vahideddin) (1918-1922)&lt;br /&gt;• Abd-ul-Mejid II, (1922-1924; hanya sebagai Kalifah) &lt;br /&gt;C. Kemajuan / Kejayaan Masa Turki Usmani&lt;br /&gt;Selama kejayaan dinasti ini ada beberapa yang telah berhasil namun diperiode selanjutnya daerah-daerah yang telah dikuasi kembali direbut oleh pihak yang ingin menguasai Turki Usmani, adapun keberhasilan pada masa Sultan Sulaiman I disusun sebuah kitab undang-undang (qanun). Kitab tersebut diberi nama Multaqa al-Abhur, yang menjadi pegangan hukum bagi kerajaan Turki Usmani sampai datangnya reformasi pada abad ke-19. Karena jasa Sultan Sulaiman I yang amat berharga ini, di ujung namanya ditambah gelar al-Qanuni.&lt;br /&gt;Pada masa Sulaiman kota-kota besar dan kota-kota lainnya banyak dibangun nmesjid, sekolah, rumah sakit, gedung, makam, jembatan, saluran air, villa, dan pemandian umum. Disebutkan bahwa buah dari bangunan itu dibangun di bawah koordinator Sinan, seorang arsitek asal Anatolia.&lt;br /&gt;Sebagai bangsa yang berdarah militer, Turki Usmani lebih banyak memfokuskan kegiatan mereka dalam bidang kemiliteran, sementara dalam bidang ilmu pengetahuan, mereka kelihatan tidak begitu menonjol.&lt;br /&gt;Bangsa Turki juga banyak berkiprah dalam pengembangan seni arsitektur Islam berupa bangunan-bangunan mesjid yang indah, seperti Masjid Al-Muhammadi atau Mesjid Jami’ Sultan Muhammad Al-fatih, Mesjid Agung Sulaiman dan Mesjid Abi Ayyub al-Anshari.Mesjid-mesjidtersebut dihiasi pula dengan kaligrafi yang indah. Salah satu mesjid yang terkenal dengan keindahan kaligrafinya adalah mesjid yang asalnya gereja Aya Sopia. Hiasan kaligrafi itu, dijadikan penutup gambar-gambar Kristiani yang ada sebelumnya. &lt;br /&gt;Pada masa Turki Usmani tarekat mengalami kemajuan. Tarekat yang paling berkembang ialah tarekat Bektasyi dan Tarekat Maulawi. Kedua tarekat ini banyak dianut oleh kalangan sipil dan militer. Di pihak lain, kajian-kajian ilmu keagamaan, Asy’ariyah mendapatkan tempatnya. Selain itu para ulama banyak menulis buku dalam bentuk syarah (penjelasan) dan hasyiyah (semacam catatan) terhadap karya¬karya masa klasik.&lt;br /&gt;D. Faktor Runtuhnya Turki Usmani&lt;br /&gt;Ada 2 faktor yang membuat khilafah Turki Utsmani mundur:&lt;br /&gt;1. Intern&lt;br /&gt;• Buruknya pemahaman Islam&lt;br /&gt;Lemahnya pemahaman Islam membuat reformasi gagal. Sebab saat itu khilafah tak bisa membedakan IPTEK dengan peradaban dan pemikiran. Ini membuat munculnya struktur baru dalam negara, yakni perdana menteri, yang tak dikenal sejarah Islam kecuali setelah terpengaruh demokrasi Barat yang mulai merasuk ke tubuh khilafah. Saat itu, penguasa dan syaikhul Islam mulai terbuka terhadap demokrasi lewat fatwa syaikhul Islam yang kontroversi. Malah, setelah terbentuk Dewan Tanzimat (1839 M) semakin kokohlah pemikiran Barat, setelah disusunnya beberapa UU, seperti UU Acara Pidana (1840), dan UU Dagang (1850), tambah rumusan Konstitusi 1876 oleh Gerakan Turki Muda, yang berusaha membatasi fungsi dan kewenangan kholifah.&lt;br /&gt;• Salah menerapkan Islam.&lt;br /&gt;Dengan diambilnya UU oleh Suleiman II, seharusnya penyimpangan dalam pengangkatan kholifah bisa dihindari, tapi ini tak tersentuh UU. Dampaknya, setelah berakhirnya kekuasaan Suleimanul Qonun, yang jadi khalifah malah orang lemah, seperti Sultan Mustafa I (1617), Osman II (1617-1621), Murad IV (1622-1640), Ibrohim bin Ahmed (1639-1648), Mehmed IV (1648-1687), Suleiman II (1687-1690), Ahmed II (1690-1694), Mustafa II (1694-1703), Ahmed III (1703-1730), Mahmud I (1730-1754), Osman III (1754-1787), Mustafa III (1757-1773), dan Abdul Hamid I (1773-1788). Inilah yang membuat militer, Yennisari-yang dibentuk Sultan Ourkhan-saat itu memberontak (1525, 1632, 1727, dan 1826), sehingga mereka dibubarkan (1785). Selain itu, majemuknya rakyat dari segi agama, etnik dan mazhab perlu penguasa berintelektual kuat. Sehingga, para pemimpin lemah ini memicu pemberontakan kaum Druz yang dipimpin Fakhruddin bin al-Ma'ni&lt;br /&gt;Dengan tak dijalankannya politik luar negeri yang Islami-dakwah dan jihad-pemahaman jihad sebagai cara mengemban ideologi Islam ke luar negeri hilang dari benak muslimin dan kholifah. Ini terlihat saat Sultan Abdul Hamid I/Sultan Abdul Hamid Khan meminta Syekh al-Azhar membaca Shohihul Bukhori di al-Azhar agar Allah SWT memenangkannya atas Rusia (1788). Sultanpun meminta Gubernur Mesir saat itu agar memilih 10 ulama dari seluruh mazhab membaca kitab itu tiap hari Menghadapi kemerosotan itu, khilafah telah melakukan reformasi (abad ke-17, dst). &lt;br /&gt;2. Eksten&lt;br /&gt;• Penjajahan Barat membawa semangat gold, glory, dan gospel&lt;br /&gt;Sejak jatuhnya Konstantinopel di abad 15, Eropa-Kristen melihatnya sebagai awal Masalah Ketimuran, sampai abad 16 saat penaklukan Balkan, seperti Bosnia, Albania, Yunani dan kepulauan Ionia. Ini membuat Paus Paulus V (1566-1572) menyatukan Eropa yang dilanda perang antar agama-sesama Kristen, yakni Protestan dan Katolik. Konflik ini berakhir setelah adanya Konferensi Westafalia (1667). Saat itu, penaklukan khilafah terhenti. Memang setelah kalahnya khilafah atas Eropa dalam perang Lepanto (1571), khilafah hanya mempertahankan wilayahnya. Ini dimanfaatkan Austria dan Venezia untuk memukul khilafah. Pada Perjanjian Carlowitz (1699), wilayah Hongaria, Slovenia, Kroasia, Hemenietz, Padolia, Ukraina, Morea, dan sebagian Dalmatia lepas; masing-masing ke tangan Venezia dan Habsburg. Malah khilafah harus kehilangan wilayahnya di Eropa pada Perang Krim (abad ke-19), dan tambah tragis setelah Perjanjian San Stefano (1878) dan Berlin (1887).&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4246418201880899931-2615018756476550543?l=steofandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://steofandi.blogspot.com/feeds/2615018756476550543/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4246418201880899931&amp;postID=2615018756476550543&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4246418201880899931/posts/default/2615018756476550543'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4246418201880899931/posts/default/2615018756476550543'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://steofandi.blogspot.com/2010/01/turki-usmani-1288-1923-m-12991923-m.html' title='TURKI USMANI (1288-1923 M / 1299–1923 M)'/><author><name>steoes_assakkurae</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_vOGHm0AqIUs/TLkf8RpENTI/AAAAAAAAAkI/mbB3MJgblTE/S220/ste0s.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_vOGHm0AqIUs/S1sP19o7QnI/AAAAAAAAAf4/FcHILZIPRmI/s72-c/peninggalan+turki+usmani.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4246418201880899931.post-8939331002894721025</id><published>2009-12-27T22:37:00.000-08:00</published><updated>2010-03-21T00:16:14.074-07:00</updated><title type='text'>HAKIKAT MANUSIA DAN KEDUDUKANNYA DI ALAM SEMESTA</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Oleh &lt;br /&gt;Junaidi Tarmidzi&lt;br /&gt;Steofandi Fizari&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman tentang manusia merupakan bagian dari kajian filsafat. Tak mengherankan jika banyak sekali kajian atau pemikiran yang telah dicurahkan untuk membahas tentang manusia . walaupun demikian, persoalan tentang manusia ajan menjadi misteri  yang tek terselesaikan. Hal ini menurut Husein Aqil al-Munawwar dalam Jalaluddin (2003: 11) karena keterbatasan pengetahuan para ilmuan untuk menjangkau segala aspek yang terdapat dalam diri manusia. Lebih lanjut Jalaluddin (2003: 11) mengatakan bahwa manusia sebagai makhluk Allah yang istimewa agaknya memang memiliki latar belakang kehidupan yang penuh rahasia.&lt;br /&gt;     &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, memang yang menjadi keterbatasan untuk mengetahui segala aspek yang terdapat pada diri manusia itu adalah selain keterbatan para ilmuan untuk mengkajinya, juga dilatarbelakangi oleh faktor keistimewaan manusia itu sendiri. &lt;br /&gt;Walaupun demikian, sebagai hamba yang lemah, usaha untuk mempelajarinya tidaklah berhenti begitu saja. Banyak sumber yang mendukung untuk mempelajari manusia. Di antara sumber yang paling tinggi adalah Kitab Suci Al-Qur’an. Yang mana di dalamnya banyak terdapat petunjuk-petunjuk tentang penciptaan manusia. Konsep-konsep tentang manusia banyak dibahas, mulai dari proses penciptaan sampai kepada fungsinya sebagai makhluk ciptaan Allah. &lt;br /&gt;Dalam makalah ini kami berupaya untuk menguraikan secara sederhana tentang hakikat manusia dan kedudukannya di alam semesta. Yang sudah tentu hal ini merupakan kajian untuk mempejari penciptaan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. HAKIKAT MANUSIA&lt;br /&gt;Berbicara tentang manusia berarti kita berbicara tentang dan pada diri kita sendiri makhluk yang paling unik di bumi ini. Banyak di antara ciptaan Allah yang telah disampaikan lewat wahyu yaitu kitab suci. Manusia merupakan makhluk yang paling istimewa dibandingkan dengan makhluk yang lain. Menurut Ismail Rajfi manusia adalah makhluk kosmis yang sangat penting, karena dilengkapi dengan semua pembawaan dan syarat-syarat yang diperlukan (Jalaluddin, 2003: 12).&lt;br /&gt;Manusia mempunyai kelebihan yang luar biasa. Kelebihan itu adalah dikaruniainya akal. Dengan dikarunia akal, manusia dapat mengembangkan bakat dan potensi yang dimilikinya serta mampu mengatur dan mengelola alam semesta ciptaan Allah adalah sebagai amanah. &lt;br /&gt;Selain itu manusia juga dilengakapi unsur lain yaitu qolbu (hati). Dengan qolbunya manusia dapat menjadikan dirinya sebagai makhluk bermoral, merasakan keindahan, kenikmatan beriman dan kehadiran Ilahi secara spiritual (Jalaluddin, 2003: 14).&lt;br /&gt;Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa manusia adalah makhluk yang paling mulia dibandingkan dengan makhluk yang lain, dengan memiliki potensi akal, qolbu dan potensi-potensi lain untuk digunakan sebagai modal mengembangkan kehidupan.&lt;br /&gt;Hakikat wujud manusia menurut Ahmad Tafsir (2005: 34) adalah makhluk yang perkembangannya dipengaruhi oleh pembawaan dan lingkungan. Lebih lanjut beliau mengatakan bahwa manusia mempunyai banyak kecenderungan, ini disebabkan oleh banyaknya potensi yang dimiliki. Dalam hal ini beliau membagi kecenderungan itu dalam dua garis besar yaitu cenderung menjadi orang baik dan cenderung menjadi orang jahat (2003: 35).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara rinci, M. Nasir Budiman (Kemas Badaruddin, 2007) mengklasifikasikan manusia ini menjadi empat klasifikasi, yaitu: &lt;br /&gt;1. Hakikat manusia secara umum.&lt;br /&gt;a. Manusia sebagai makhluk Allah SWT mempunyai kebutuhan untuk bertaqwa kepadaNya.&lt;br /&gt;b. Manusia membutuhkan lingkungan hidup, berkelompok untuk mengembangkan dirinya.&lt;br /&gt;c. Manusia mempunyai potensi yang dapat dikembangkan dan membutuhkan material sertas spiritual yang harus dipenuhi.&lt;br /&gt;d. Manusia itu pada dasarnya dapat dan harus dididik serta dapat mendidik diri sendiri.&lt;br /&gt;2. Hakikat manusia sebagai subjek didik&lt;br /&gt;a. Subjek didik bertanggung jawab atas pendidikannya sendiri sesuai dengan wawasan pendidikan seumur hidup.&lt;br /&gt;b. Subjek didik memiliki potensi baik fisik maupun psikologis yang berbeda sehingga masing-masing subjek didik merupakan insane yang unik.&lt;br /&gt;c. Subjek didik memerlukan pembinaan individual serta perlakuan yang manusiawi. &lt;br /&gt;d. Subjek didik pada dasarnya merupakan insane yang aktif menghadapi lingkungan hidupnya.&lt;br /&gt;3. Hakikat manusia sebagai pendidik&lt;br /&gt;a. Pendidik adalah agen perubahan &lt;br /&gt;b. Pendidik berperan sebagai pemimpin dan pendukung nilai-nilai masyarakat dan agama.&lt;br /&gt;c. Pendidik sebagai fasilitator yang memungkinkan terciptanya kodisi belajar subjek didik yang efektif dan efisien.&lt;br /&gt;d. Pendidik bertanggung jawab terhadap keberhasilan tujuan pendidikan.&lt;br /&gt;e. Pendidik dan tenaga kependidikan dituntut untuk menjadi contoh dalam pengelolaan proses belajar mengajar bagi calon guru yang menjadi subjek didiknya.&lt;br /&gt;f. Pendidik bertanggung jawab secara professional untuk terus-menerus meningkatkan kemampuannya.&lt;br /&gt;g. Pendidik menjunjung tinggi kode etik profesionalnya.&lt;br /&gt;4. Hakikat manusia sebagai anggota masyarakat.&lt;br /&gt;a. Kehidupan masyarakat berlandaskan sistem nilai-nilai keagamaan, social dan budaya yang dianut oleh warga masyarakat. Sebagian daripada nilai-nilai tersebut bersifat lestari dan sebagian lain terus berubah sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.&lt;br /&gt;b. Masyarakat merupakan sumber nilai-nilai yang memberikan arah normatif kepada pendidikan.&lt;br /&gt;c. Kehidupan masyarakat ditingkatkan kualitasnya oleh insan-insan yang berhasil mengembangkan dirinya melalui pendidikan.&lt;br /&gt;Lebih lanjut Omar Moh. Al-Toumy al-Syaibany (1983: 145-148) memaparkan tentang haikikat manusia berkaitan dengan wataknya di dalam Al-Qur’an, yaitu:&lt;br /&gt;1. Kikir dan bekerja keras di dunia, (Al-Adiyat: 8, Al-Fajr:20, Annisa:128, Al-Balad:4)&lt;br /&gt;2. Penakut dan lemah (Annisa:28, Arrum:54, Al-Ma’arij:19-21)&lt;br /&gt;3. Cepat akan harta dan kesenangan (Al-Isra’:11, Yunus:11, Al-Anbiya’:37, Al-Qiyamah:20)&lt;br /&gt;4. Membantah Allah (Al-Kahfi:54)&lt;br /&gt;5. Mudah gembira jika mendapat nikmat dan putus asa ketika hilang nikmat (Al-Fushilat:49 Dan 51)&lt;br /&gt;6. Kasih sayang (Al-A’raf:189, Annisa:9)&lt;br /&gt;7. Yakin akan Allah (Az-zumar:8, Ar-rum:8, Lukman:32)&lt;br /&gt;Dengan demikian dapat dikatakan bahwa hakikat manusia itu sangat beragam sekali, mulai dari hakikatnya sebagai makhluk Allah SWT dan hakikatnya sebagai makhluk sosial. Dengan kata lain hakikat manusia itu adalah adanya hubungan dengan Allah dan hubungan dengan manusia itu sendiri serta lingkungan (alam). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. PERSPEKTIF TENTANG MANUSIA&lt;br /&gt;1. Manusia Dalam Perspektif  Al-Qur’an&lt;br /&gt;a. Konsep al-Basyr&lt;br /&gt;Penelitian terhadap kata manusia yang disebut al-Qur’an dengan menggunakan kata basyar menyebutkan, bahwa yang dimaksud manusia basyar adalah anak turun Adam, makhluk fisik yang suka makan dan berjalan ke pasar. Aspek fisik itulah yang membuat pengertian basyar mencakup anak turun Adam secara keseluruhan (Aisyah Bintu Syati, 1999: 2). Menurut Abdul Mukti Ro’uf (2008: 3), kata basyar disebutkan sebanyak 36 kali dalam bentuk tunggal dan hanya sekali dalam bentuk mutsanna. &lt;br /&gt;Jalaluddin (2003: 19) mengatakan bahwa berdasarkan konsep basyr, manusia tidak jauh berbeda dengan makhluk biologis lainnya. Dengan demikian kehidupan manusia terikat kepada kaidah prinsip kehidupan biologis seperti berkembang biak. Sebagaimana halnya dengan makhluk biologis lain, seperti binatang. Mengenai proses dan fase perkembangan manusia sebagai makhluk biologis, ditegaskan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an, yaitu:&lt;br /&gt;1. Prenatal (sebelum lahir), proses penciptaan manusia berawal dari pembuahan (pembuahan sel dengan sperma) di dalam rahim, pembentukan fisik (QS. 23: 12-14)&lt;br /&gt;2. Post natal (sesudah lahir) proses perkembangan dari bayi, remaja, dewasa dan usia lanjut (QS. 40: 67)&lt;br /&gt;Secara sederhana, Quraish Shihab (1996: 279) menyatakan bahwa manusia dinamai basyar karena kulitnya yang tampak jelas dan berbeda dengan kulit-kulit binatang yang lain. Dengan kata lain, kata basyar senantiasa mengacu pada manusia dari aspek lahiriahnya, mempunyai bentuk tubuh yang sama, makan dan minum dari bahan yang sama  yang ada di dunia ini. Dan oleh pertambahan usianya, kondisi fisiknya akan menurun, menjadi tua, dan akhirnya ajalpun menjemputnya (Abuddin Nata 1997: 31).&lt;br /&gt;Dengan demikian dapat dikatakan bahwa manusia dalam konsep al-Basyr ini dapat berubah fisik, yaitu semakin tua fisiknya akan semakin lemah dan akhirnya meninggal dunia. Dan dalam konsep al-Basyr ini juga dapat tergambar tentang bagaimana seharusnya peran manusia sebagai makhluk biologis. Bagaimana dia berupaya untuk memenuhi kebutuhannya secara benar sesuai tuntunan Penciptanya. Yakni dalam memenuhi kebutuhan primer, sekunder dan tersier.&lt;br /&gt;b. Konsep Al-Insan&lt;br /&gt;Kata insan bila dilihat asal kata al-nas, berarti melihat, mengetahui, dan minta izin. Atas dasar ini, kata tersebut mengandung petunjuk adanya kaitan substansial antara manusia dengan kemampuan penalarannya. Manusia dapat mengambil pelajaran dari hal-hal yang dilihatnya, dapat mengetahui apa yang benar dan apa yang salah, serta dapat meminta izin ketika akan menggunakan sesuatu yang bukan miliknya. Berdasarkan pengertian ini, tampak bahwa manusia mampunyai potensi untuk dididik (Abuddin Nata, 1997: 29).&lt;br /&gt;Potensi manusia menurut konsep al-Insan diarahkan pada upaya mendorong manusia untuk berkreasi dan berinovasi (Jalaluddin, 2003: 23). Jelas sekali bahwa dari kreativitasnya, manusia dapat menghasilkan sejumlah kegiatan berupa pemikiran (ilmu pengetahuan), kesenian, ataupun benda-benda ciptaan. Kemudian melalui kemampuan berinovasi, manusia mampu merekayasa temuan-temuan baru dalam berbagai bidang. Dengan demikian manusia dapat menjadikan dirinya makhluk yang berbudaya dan berperadaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Konsep Al-Nas&lt;br /&gt;Dalam konsep an-naas pada umumnya dihubungkan dengan fungsi manusia sebagai makhluk sosial (Jalaluddin, 2003: 24). Tentunya sebagai makhluk sosial manusia harus mengutamakan keharmonisan bermasyarakat. Manusia harus hidup sosial artinya tidak boleh sendiri-sendiri. Karena manusia tidak bisa hidup sendiri.&lt;br /&gt;Jika kita kembali ke asal mula terjadinya manusia yang bermula dari pasangan laki-laki dan wanita (Adam dan Hawa), dan berkembang menjadi masyarakat dengan kata lain adanya pengakuan terhadap spesis di dunia ini,  menunjukkan bahwa manusia harus hidup bersaudara dan tidak boleh saling menjatuhkan. Secara sederhana, inilah sebenarnya fungsi manusia dalam konsep an-naas.&lt;br /&gt;d. Konsep Bani Adam&lt;br /&gt;Adapun kata bani adam dan  zurriyat Adam, yang berarti anak Adam atau keturunan Adam, digunakan untuk menyatakan manusia bila dilihat dari asal keturunannya (Quraish Shihab, 1996: 278). Dalam Al-Qur’an istilah bani adam  disebutkan sebanyak 7 kali dalam 7 ayat (Abdul Mukti Ro’uf, 2008: 39). &lt;br /&gt;Menurut Thabathaba’i dalam Samsul Nizar (2001: 52), penggunaan kata bani Adam menunjuk pada arti manusia secara umum. Dalam hal ini setidaknya ada tiga aspek yang dikaji, yaitu: Pertama, anjuran untuk berbudaya sesuai dengan ketentuan Allah, di antaranya adalah dengan berpakaian guna manutup auratnya. Kedua, mengingatkan pada keturunan Adam agar jangan terjerumus pada bujuk rayu setan yang mengajak kepada keingkaran. Ketiga, memanfaatkan semua yang ada di alam semesta dalam rangka ibadah dan mentauhidkanNya. Kesemuanya itu adalah merupakan anjuran sekaligus peringatan Allah dalam rangka memuliakan keturunan Adam dibanding makhluk-Nya yang lain.&lt;br /&gt;Lebih lanjut Jalaluddin (2003: 27) mengatakan konsep Bani Adam dalam bentuk menyeluruh adalah mengacu kepada penghormatan kepada nilai-nilai kemanusian.&lt;br /&gt;Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa manusia dalam konsep Bani Adam, adalah sebuah usaha pemersatu (persatuan dan kesatuan) tidak ada perbedaan sesamanya, yang juga mengacu pada nilai penghormatan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusian serta mengedepankan HAM. Karena yang membedakan hanyalah ketaqwaannya kepada Pencipta. Sebagaimana yang diutarakan dalam QS. Al-Hujarat: 13).&lt;br /&gt;e. Konsep Al-Ins&lt;br /&gt;Kata al-Ins dalam Al-Qur’an disebutkan sebanyak 18 kali, masing-masing dalam 17 ayat dan 9 surat (Abdul Mukti Ro’uf, 2008:24). Muhammad Al-Baqi dalam Jalaluddin (2003: 28) memaparkan al-Isn adalah homonim dari al-Jins dan al-Nufur. Lebih lanjut Quraish Shihab mengatakan bahwa dalam kaitannya dengan jin, maka manusia adalah makhluk yang kasab mata. Sedangkan jin adalah makhluk halus yang tidak tampak (Jalaluddin, 2003: 28).&lt;br /&gt;Sisi kemanusiaan pada manusia yang disebut dalam al-Qur’an dengan kata al-Ins dalam arti “tidak liar” atau “tidak biadab”, merupakan kesimpulan yang jelas bahwa manusia yang insia itu merupakan kebalikan dari jin yang menurut dalil aslinya bersifat metafisik yang identik dengan liar atau bebas (Aisyah Bintu Syati, 1999: 5).&lt;br /&gt;Dari pendapat di atas dapat dikatakan bahwa dalam konsep al-ins manusia selalu di posisikan sebagai lawan dari kata jin yang bebas. bersifat halus dan tidak biadab. Jin adalah makhluk bukan manusia yang hidup di alam “antah berantah” dan alam yang tak terinderakan. Sedangkan manusia jelas dan dapat menyesuaikan diri dengan realitas hidup dan lingkungan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Konsep Abd. Allah&lt;br /&gt;M. Quraish Shihab dalam Jalaluddin (2003: 29), seluruh makhluk yang memiliki potensi berperasaan dan berkehendak adalah Abd Allah dalam arti dimiliki Allah. Selain itu kata Abd juga bermakna ibadah, sebagai pernyataan kerendahan diri.&lt;br /&gt;Menurut M.Quraish Shihab (Jalaluddin, 2003: 29),   Ja’far al-Shadiq memandang ibadah sebagai pengabdian kepada Allah baru dapat terwujud bila seseorang dapat memenuhi tiga hal, yaitu:&lt;br /&gt;1. Menyadari bahwa yang dimiliki termasuk dirinya adalah milik Allah dan berada di bawah kekuasaan Allah.&lt;br /&gt;2. Menjadikan segala bentuk sikap dan aktivitas selalu mengarah pada usaha untuk memenuhi perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.&lt;br /&gt;3. Dalam mngambil keputusan selalu mengaitkan dengan restu dan izin Allah.&lt;br /&gt;Dengan demikian dapat dikatakan bahwa dalam konsep Abd Allah, manusia merupakan hamba yang seyogyanya merendahkan diri kepada Allah. Yaitu dengan menta’ati segala aturan-aturan Allah.&lt;br /&gt;g. Konsep Khalifah Allah&lt;br /&gt;Pada hakikatnya eksistensi manusia dalam kehidupan dunia ini adalah untuk melaksanakan kekhalifahan, yaitu membangun dan mengelola dunia tempat hidupnya ini., sesuai dengan kehendak Penciptanya. Menurut Jalaluddin (2003: 31) peran yang dilakonkan oleh manusia menurut statusnya sebagai khalifah Allah setidak-tidaknya terdiri dari dua jalur, yaitu jalur horizontal dan jalur vertikal.&lt;br /&gt;Peran dalam jalur horizontal mengacu kepada bagaimana manusia mengatur hubungan yang baik dengan sesama manusia dan alam sekitarnya. Sedangkan peran dalam jalur vertikal menggambarkan bagaimana manusia berperan sebagai mandataris Allah. Dalam peran ini manusia penting menyadari bahwa kemampuan yang dimilikinya untuk menguasai alam dan sesama manusia adalah karena penegasan dari Penciptanya.&lt;br /&gt;2. Manusia Dalam Perspektif  Filsafat&lt;br /&gt;Para ahli pikir filsafat mencoba memaknai hakikat manusia. Mereka mencoba manamai manusia sesuai dengan potensi yang ada pada manusia itu. &lt;br /&gt;Berdasarkan potensi yang ada, para ahli pikir dan ahli filsafat tersebut memberi nama pada diri manusia di muka bumi ini, para ahli pikir dan ahli filsafat tersebut memberi nama pada diri manusia dengan sebutan-sebutan sebagai berikut:&lt;br /&gt;a. Homo Sapiens, artinya makhluk yang mempunyai budi.&lt;br /&gt;b. Animal Rational, artinya binatang yang berpikir.&lt;br /&gt;c. Homo Laquen, artinya makhluk yang pandai menciptakan bahasa dan menjelmakan pikiran manusia dan perasaan dalam kata-kata yang tersusun.&lt;br /&gt;d. Homo Faber, yaitu makhluk yang terampil, pandai membuat perkakas, atau disebut juga tool making animal, yaitu binatang yang pandai membuat alat.&lt;br /&gt;e. Aoon Politicon, yaitu makhluk yang pandai bekerjasama, bergaul dengan orang lain dan mengorganisasi diri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.&lt;br /&gt;f. Homo Economicus, yaitu makhluk yang tunduk pada prinsip-prinsip ekonomi dan bersifat ekonomis.&lt;br /&gt;g. Homo Religius, yaitu makhluk yang beragama.&lt;br /&gt;(Syahminan Zaini, 1980: 5-6)&lt;br /&gt;Dalam perspektif filsafat, konsep manusia menurut Jalaluddin (2003: 32-33) juga mencakup ruang lingkup kosmologi (bagian dari alam semester), antologi (pengabdi Penciptanya), philosophy of mind (potensi), epistemology (proses pertumbuhan dan perkembangan potensi) dan aksiologi (terikat nilai-nilai).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara mengenai pandangan filsafat tentang hakikat manusia, ada 4 aliran yang ditawarkan oleh para ahli filsafat. Adapun keempat aliran tersebut, seperti yang dikutip Jalaluddin dan Abdullah (1997:107-108) dan Zuhairini (1995:71-74) adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;a. Aliran Serba Zat.&lt;br /&gt;Aliran ini menyatakan bahwa yang sungguh-sunguh ada hanyalah zat atau materi. Zat atau materi itulah hakikat sesuatu. Alam ini adalah zat atau materi, dan manusia adalah unsur alam. Oleh karena itu, hakikat manusia adalah zat atau materi.&lt;br /&gt;b. Aliran Serba Ruh. &lt;br /&gt;Aliran ini berpandangan bahwa hakikat segala sesuatu yang ada di dunia ini ialah ruh, termasuk juga hakikat manusia. Adapun zat atau materi adalah manifestasi ruh di atas dunia ini. Dengan demikian, jasad atau badan manusia hanyalah manifestasi atau penjelmaan ruh.&lt;br /&gt;c. Aliran Dualisme.&lt;br /&gt;Aliran ini menggabungkan pendapat kedua aliran di atas. Aliran ini berpandangan bahwa hakikatnya manusia terdiri dari dua substansi, yaitu jasmani dan rohani. Kedua substansi ini merupakan unsur asal, tidak tergantung satu sama lain. Jadi, badan tidak berasal dari ruh, dan sebaliknya, ruh tidak berasal dari badan. Dalam perwujudannya, manusia tidak serba dua, melainkan jadi hubungan sebab akibat yang keduanya saling mempengaruhi.&lt;br /&gt;d. Aliran Eksistensialisme.&lt;br /&gt;Aliran ini memandang manusia dari segi eksistensinya. Menurut aliran ini, hakikat manusia merupakan eksistensi atau perwujudan sesungguhnya dari manusia. intinya, hakikat manusia adalah apa yang menguasai manusia secara menyeluruh.&lt;br /&gt;Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa dalam perspektif filsafat, manusia dinamai berdasarkan fungsi dan potensinya. Dan manusia juga dipandang dalam bentuk aliran-aliran oleh para ahli filsafat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kajian mengenai manusia sangat luar biasa sekali uniknya. Sangatlah pantas manusia itu dikatakan makhluk yang paling mulia. Dilihat dari proses penciptaan sampai kepada fungsinya, sudah menunjukkan bahwa manusia merupakan makhluk yang terpilih oleh Allah.&lt;br /&gt;Dalam uraian singkat makalah di atas, terdapat beberapa hal yang perlu digarisbawahi berkaitan tentang manusia, yaitu:&lt;br /&gt;1. Hakikat manusia itu sangat beragam sekali, mulai dari hakikatnya sebagai makhluk Allah SWT dan hakikatnya sebagai makhluk sosial.&lt;br /&gt;2. Pandangan tentang manusia itu dapat dilihat dari dua perspektif.&lt;br /&gt;a. Perspektif Al-Qur’an.Terdiri dari:&lt;br /&gt;a) Konsep al-Basyr. Dalam konsep ini manusia dipandang sebagai makhluk yang tidak jauh berbeda dengan makhluk biologis lainnya. (terikat ingin berkembang biak). Dalam hal ini kita kenal proses dan fase perkembangan manusia, yaitu: Prenatal (sebelum lahir), proses penciptaan manusia berawal dari pembuahan (pembuahan sel dengan sperma) di dalam rahim, pembentukan fisik (QS. 23: 12--14). Kedua, Post natal (sesudah lahir) proses perkembangan dari bayi, remaja, dewasa dan usia lanjut (QS. 40: 67)&lt;br /&gt;b) Konsep al-Insan. Dalam konsep ini manusia dipandang mempunyai potensi untuk mengembangkan dirinya. Potensi manusia menurut konsep al-Insan diarahkan pada upaya mendorong manusia untuk berkreasi dan berinovasi.&lt;br /&gt;c) Konsep al-Nas. Dalam konsep an-naas pada umumnya dihubungkan dengan fungsi manusia sebagai makhluk sosial.&lt;br /&gt;d) Konsep Bani Adam. Konsep Bani Adam dalam bentuk menyeluruh adalah pengakuan terhadap spesis manusia yang mengacu kepada penghormatan kepada nilai-nilai kemanusian.&lt;br /&gt;e) Konsep al-Ins. Manusia dalam konsep ini adalah kebalikan dari kata jin. Manusia hidup penuh dengan keteraturan. Hidupnya jelas yang dapat terinderakan.&lt;br /&gt;f) Konsep Abd Allah. Manusia dalam konsep ini merupakan hamba, yang seyogyanya merendahkan diri kepada Allah. Yaitu dengan mena’ati segala aturan-aturan Allah.&lt;br /&gt;g) Konsep Khalifah Allah. Manusia menurut statusnya sebagai khalifah Allah setidak-tidaknya terdiri dari dua jalur, yaitu jalur horizontal (hubungan baik sesama makhluk) dan jalur vertical (mandataris Allah).&lt;br /&gt;b. Perspektif Filsafat &lt;br /&gt;Dalam perspektif filsafat, konsep manusia menurut Jalaluddin (2003: 32-33) mencakup ruang lingkup kosmologi (bagian dari alam semester), antologi (pengabdi Penciptanya), philosophy of mind (potensi), epistemology (proses pertumbuhan dan perkembangan potensi) dan aksiologi (terikat nilai-nilai). Selain itu, para ahli filsafat menamai manusia berdasarkan potensinya, yaitu:&lt;br /&gt;1. Homo Sapiens, artinya makhluk yang mempunyai budi.&lt;br /&gt;2. Animal Rational, artinya binatang yang berpikir.&lt;br /&gt;3. Homo Laquen, artinya makhluk yang pandai menciptakan bahasa dan menjelmakan pikiran manusia dan perasaan dalam kata-kata yang tersusun.&lt;br /&gt;4. Homo Faber, yaitu makhluk yang terampil, pandai membuat perkakas, atau disebut juga tool making animal, yaitu binatang yang pandai membuat alat.&lt;br /&gt;5. Aoon Politicon, yaitu makhluk yang pandai bekerjasama, bergaul dengan orang lain dan mengorganisasi diri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.&lt;br /&gt;6. Homo Economicus, yaitu makhluk yang tunduk pada prinsip-prinsip ekonomi dan bersifat ekonomis.&lt;br /&gt;7. Homo Religius, yaitu makhluk yang beragama.&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdul Mukti Ro’uf. 2008. Manusia Super. Pontianak: STAIN Pontianak Press.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abuddin Nata. 1997. Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Logos Wacana Ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad Tafsir. 2005. Ilmu Pendidikan Dalam Perspektif Islam. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aisyah Bintu Syati. 1999. Manusia Dalam Perspektif AL-Qur’an. Jakarta: Pustaka Firdaus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalaluddin. 2003. Teologi Pendidikan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemas Badaruddin. 2007. Filsafat Pendidikan Islam. Yogyakarta: Pustaka Belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Omar moh. Al-Toumy al-Syaibany. 1983. Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Bulan Bintang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Quraish Shihab. 1996. Wawasan Al-Quran. Bandung:  Mizan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samsul Nizar. 2001: 52 ……………………………………………………&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahminan Zaini, 1980: 5-6 ………………………………………….&lt;br /&gt;      &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4246418201880899931-8939331002894721025?l=steofandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://steofandi.blogspot.com/feeds/8939331002894721025/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4246418201880899931&amp;postID=8939331002894721025&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4246418201880899931/posts/default/8939331002894721025'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4246418201880899931/posts/default/8939331002894721025'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://steofandi.blogspot.com/2009/12/hakikat-manusia-dan-kedudukannya-di.html' title='HAKIKAT MANUSIA DAN KEDUDUKANNYA DI ALAM SEMESTA'/><author><name>steoes_assakkurae</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_vOGHm0AqIUs/TLkf8RpENTI/AAAAAAAAAkI/mbB3MJgblTE/S220/ste0s.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4246418201880899931.post-2348255398887521985</id><published>2009-12-01T01:46:00.001-08:00</published><updated>2011-11-20T05:18:48.451-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>Konsep Metodologi Penelitian</title><content type='html'>oleh ST_30&lt;br /&gt;1. Pengertian Metodologi Penelitian&lt;br /&gt;Pengertian metode, berasal dari bahasa Yunani yakni methodos yang dimaksud adalah cara atau menuju suatu jalan. Metode merupakan kegiatan ilmiah yang berkaitan dengan suatu cara kerja (sistematis) untuk memahami suatu subjek atau objek penelitian, sebagai upaya untuk menemukan jawaban yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah dan termasuk keabsahannya (Rosdy Ruslan,2003:24).&lt;br /&gt;Sutrisno Hadi (1987:3) mengungkapkan Penelitian adalah usaha untuk menemukan, mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu pengetahuan, yang dilakukan dengan metode-metode ilmiah. Penelitian adalah suatu kegiatan atau proses sistematis untuk memecahkan masalah yang dilakukan dengan menerapkan metode ilmiah (Emzir,2007:3). Penelitian sebagai aktivitas keilmua yang dilakukan karena ada kegunaan yang ingin dicapai, baik untuk meningkatkan kualitas kehidupan manusia maupun untuk mengembangkan ilmu pengetahuan (Hamidi,2007:6)&lt;br /&gt;Menurut Soerjano Soekanto penelitian adalah kegiatan ilmiah yang berkaitan dengan analisis dan konstruksi yang dilakukan secara metodologis, sistematis, dan konsisten.&lt;br /&gt;Jadi Metodologi penelitiaan adalah ilmu membahas tentang suatu kegiatan yang dilakukan untuk memecahkan masalah ataupun sebagai pengembangkan ilmu pengetahuan dengan menggunakan metode-metode ilmiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Macam-macam Penelitian&lt;br /&gt;Secara umum dapat digolongkan sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Menurut bidangnya: penelitian pendidikan, penelitian sejarah, penelitian bahasa, penelitian ilmu teknik, penelitian biologi, ekonomi, dsb&lt;br /&gt;2. Menurut tempatnya: penelitian laboratorium, penelitian perpustakaan, penelitian kancah.&lt;br /&gt;3. Menurut pemakaiannnya: penelitian murni (pure research) dan penelitian terpakai (applied research)&lt;br /&gt;4. Menurut tujuan umumnya: penelitian eksploratif, penelitian devolpmental, dan penelitian veririkatif&lt;br /&gt;5. Menurut tarafnya: penelitian deskriptif dan penelitian inferensial&lt;br /&gt;6. Menurut Pendekatannya (approach): penelitian longitudinal dan penelitian cross-sectional (Sutrisno Hadi,1987:3-4)&lt;br /&gt;3. Jenis Pendekatan Dalam Penelitian&lt;br /&gt;Emzir (2007:28) mengemukakan ada tiga jenis pendekatan dalam penelitian sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Pendekatan Kuantitatif&lt;br /&gt;Suatu pendekatan penelitian yang secara primer menggunakan paradigma postpositivist (seperti pemikiran tentang sebab akibat, reduksi kepada variabel, hipotesis dan pertanyaan spesifik, menggunakan pengukuran dan observasi, serta pengujian teori) dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, menggunakan strategi seperti eksperimen dan survei yang memerlukan data statistika. &lt;br /&gt;Dalam pendekatan ini ada beberapa bentuk penelitian yakni  pertama, penelitian Korelasional / survei adalah suatu pendekatan umum untuk penelitian yang berfokus pada penaksiran pada kovariasi di antara variabel yang muncul secara alami. Tujuannya adalah untuk mengindentifikasi hubungan prediktif denganmenggunakan teknik korelasi atau teknik statistika yang lebih canggih (Zechmester dalam Emzir,2007:37). Kedua penelitian Eksperimental (eksperimen) adalah situasi penelitian yang sekurang-kurangnya satu variabel bebas yang disebut sebagai variabel eksperimental, sengaja dimanipulasi oleh peneliti Wiersma dalam Emzir (2007:63)&lt;br /&gt;Ketiga, Kausal komparatif (ex post facto) merupakan penyelidikan empiris yang sistematis di mana ilmuwan tidak mengendalikan variabel bebas secara langsung karena eksistensi dari variabel tersebut telah terjadi (Kerlinger dalam Emzir,2007:119) &lt;br /&gt;2. Pendekatan Kualitatif&lt;br /&gt;Pendekatan yang secara primer menggunakan paradigm pengetahuan berdasarkan pandangan konstruktivist (pengalaman individu atau pandangan advokasi. Ada tiga strategi yang digunakan dalam pendekatan ini yakni: pertama, penelitian entografi adalah suatu bentuk penelitian yang berfokus pada makna sosiologis melalui observasi lapangan tertutup dari fenomena sosiokultural (Emzir,2007:143). Kedua, penelitian grounded theory (teori dasar) adalah teori umum dari metode ilmiah yang berurusan dengan generalisasi, elaborasi, dan validasi dari teori ilmu sosial (Glaser dan Strauss dalam Emzir.2007:193). &lt;br /&gt;Ketiga, penelitian tindakan (action research) adalah  suatu penelitian informal, kualitatif, formatif, subjektif, interpretif, reflektif dan suatu model penelitian pengalaman, di mana semua individu diibaratkan dalam studi sebagai peserta yang mengetahui dan menyokong (Hopkin dalam Emzir,2007:233)&lt;br /&gt;3. Pendekatan mixed methods (metode gabungan)&lt;br /&gt;Pendekatan didasarkan pada paradigm pengetahuan pragmatik (seperti orientasi konsekuensi, orientasi masalah dan pluralistik). Pendekatan ini menggunakan penelitian yang melibatkan pengumpulan data baik secara simultan  maupun sequensial untuk memahami penelitian sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;4. Tujuan Penelitian&lt;br /&gt;Babbie dalam Hamidi (2007:11-13) mengemukakan ada tiga kelompok tujuan aktivitas pada penelitian: eksplorasi, deskripsi, dan eksplanasi. &lt;br /&gt;1. Kelompok eskplorasi dengan tujuan untuk ingin memuaskan rasa hasrat atau rasa ingin tahu agar memperoleh pemahaman jelas tentang peristiwa sosial yang terjadi, careful study, mengembangkan metode-metode  yang hendak digunakan dalam penelitian yang lebih teliti.&lt;br /&gt;2. Kelompok  deskripsi dengan tujuan agar suatu penelitian dapat disajikan secara teliti tentang karakterristi yang sanga luas dari suatu populasi.&lt;br /&gt;3. Kelompok eksplanasi bertujuan untuk memberikan eksplanasi, yakni mengungkapkan hubungan antara dua atau lebih konsep atau variabel dari suatu fenomena sosial.&lt;br /&gt;Menurut Rosdy Ruslan (2003:7) tujuan penelitian adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, yang bersifat jangka panjang&lt;br /&gt;2. Untuk pemecahan masalah atau menjawab pertanyaan penelitian yang bersifat jangka pendek&lt;br /&gt;Selanjutnya Hamidi (2007:58) mengungkapkan bahwa tujuan penelitian memliki kegunaan yakni:&lt;br /&gt;1. Secara praktis diharapkan memberikan kontribusi dalam proses pembelajaran baik bagi Mahasiswa, dosen maupun bagi pimpinan jurusan komunikasi&lt;br /&gt;2. Secara teoritik penilitian diharapkan memberikan kontribusi baik dalam hal penguatan atau menolak pernyataan asumsi teori &lt;br /&gt;5. Langkah-langkah Penelitian&lt;br /&gt;Beberapa hal yang dilakukan seorang dalam melakukan penelitian:&lt;br /&gt;1. Indentifikasi, pemilihan, dan perumusan masalah&lt;br /&gt;2. Penelaah kepustakaan&lt;br /&gt;3. Penyusunan hipotesis&lt;br /&gt;4. Indentifikasi, klarifikasi, dan pemberian definisi operasional variabel-variabel&lt;br /&gt;5. Pemilihan atau pengembangan alat pengambil data&lt;br /&gt;6. Penentuan sampel &lt;br /&gt;7. Pengumpulan data&lt;br /&gt;8. Pengolahan dan analisis data&lt;br /&gt;9. Interpretasi hasil analisis&lt;br /&gt;10. Penyususan laporan (Maman Djaliel,1998:43).&lt;br /&gt;6. Masalah Dalam Penelitian&lt;br /&gt;Menurut Creswell dalam Emzir (2007:30-32) menyebutkan ada tiga faktor:&lt;br /&gt;1. Menentukan kesesuaian masalah dan pendekatan&lt;br /&gt;Masalah penelitian adalah suatu isu atau kehidupan yang perlu diteliti. Sebagai contoh seseorang menentukan suatu gejala sosial yang ada di lingkungan. Dengan kondisi masalah yang kompleks seseorang haruslah jeli terhadap permasalahan ada sehingga ketika melakukan penelitian itu dalam menggunakan pendekatan yang sesuai. &lt;br /&gt;2. Pengalaman personal&lt;br /&gt;Indentik dengan pengalaman seseorang apabila terlatih secara teknis dalam penulisan ilmiah, statistika, dan program statistika  komputer maka ia akan terbiasa dengan jurnal-jurnal kuantitatif sebaiknya ia menggunakan desain kuantitatif sedangkan dengan pendekatan kualitatif sering berhubungan dengan bentuk sastra dari penulisan, program anlisis teks komputer dll. Untuk metode gabungan harus terbiasa dengan kedua penelitian kuantitatif dan kualitatif. Jadi pengalaman seseorang tersebut sangat penting.&lt;br /&gt;3. Audiens&lt;br /&gt;Dalam penelitian dikenal dengan responden yakni orang  yang memberi informasi tentang dirinya walaupun juga digunakan dalam penelitian kualitatif, sedangkan informan adalah orang yang dapat member informasi dirinya dan dan orang lain sebab biasanya yang diteliti para tokoh masyarakat yang banyak tahu kondisi masyarakatnya. Pengalaman audiens sangat penting sekali dengan adanya penelitian kuantitatif, kualitatif, metode gabungan akan membentuk keputusan yang dibuat tentang pilihan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Djaliel, Maman Abd. 1998. Metodologi Penelitian Pendidikan II. Bandung:CV Pustaka Setia.&lt;br /&gt;Emzir. 2007. Metodologi Penelitian Pendidikan Kuantitatif dan Kualitatif. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.&lt;br /&gt;Hamidi. 2007. Metode Penelitian dan Teori Komunikasi. Malang: UMM Press&lt;br /&gt;Hadi, Sutrisno. 1987. Metodologi Research. Yogyakarta: Yayasan Penerbitan Fakultas Psikologi UGM&lt;br /&gt;Ruslan, Rosdy. 2003. Metode Penelitian Publik. Surabaya: PT Raja Grafindo Persada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oleh ST_30&lt;br /&gt;1. Pengertian Metodologi Penelitian&lt;br /&gt;Pengertian metode, berasal dari bahasa Yunani yakni methodos yang dimaksud adalah cara atau menuju suatu jalan. Metode merupakan kegiatan ilmiah yang berkaitan dengan suatu cara kerja (sistematis) untuk memahami suatu subjek atau objek penelitian, sebagai upaya untuk menemukan jawaban yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah dan termasuk keabsahannya (Rosdy Ruslan,2003:24).&lt;br /&gt;Sutrisno Hadi (1987:3) mengungkapkan Penelitian adalah usaha untuk menemukan, mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu pengetahuan, yang dilakukan dengan metode-metode ilmiah. Penelitian adalah suatu kegiatan atau proses sistematis untuk memecahkan masalah yang dilakukan dengan menerapkan metode ilmiah (Emzir,2007:3). Penelitian sebagai aktivitas keilmua yang dilakukan karena ada kegunaan yang ingin dicapai, baik untuk meningkatkan kualitas kehidupan manusia maupun untuk mengembangkan ilmu pengetahuan (Hamidi,2007:6)&lt;br /&gt;Menurut Soerjano Soekanto penelitian adalah kegiatan ilmiah yang berkaitan dengan analisis dan konstruksi yang dilakukan secara metodologis, sistematis, dan konsisten.&lt;br /&gt;Jadi Metodologi penelitiaan adalah ilmu membahas tentang suatu kegiatan yang dilakukan untuk memecahkan masalah ataupun sebagai pengembangkan ilmu pengetahuan dengan menggunakan metode-metode ilmiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Macam-macam Penelitian&lt;br /&gt;Secara umum dapat digolongkan sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Menurut bidangnya: penelitian pendidikan, penelitian sejarah, penelitian bahasa, penelitian ilmu teknik, penelitian biologi, ekonomi, dsb&lt;br /&gt;2. Menurut tempatnya: penelitian laboratorium, penelitian perpustakaan, penelitian kancah.&lt;br /&gt;3. Menurut pemakaiannnya: penelitian murni (pure research) dan penelitian terpakai (applied research)&lt;br /&gt;4. Menurut tujuan umumnya: penelitian eksploratif, penelitian devolpmental, dan penelitian veririkatif&lt;br /&gt;5. Menurut tarafnya: penelitian deskriptif dan penelitian inferensial&lt;br /&gt;6. Menurut Pendekatannya (approach): penelitian longitudinal dan penelitian cross-sectional (Sutrisno Hadi,1987:3-4)&lt;br /&gt;3. Jenis Pendekatan Dalam Penelitian&lt;br /&gt;Emzir (2007:28) mengemukakan ada tiga jenis pendekatan dalam penelitian sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Pendekatan Kuantitatif&lt;br /&gt;Suatu pendekatan penelitian yang secara primer menggunakan paradigma postpositivist (seperti pemikiran tentang sebab akibat, reduksi kepada variabel, hipotesis dan pertanyaan spesifik, menggunakan pengukuran dan observasi, serta pengujian teori) dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, menggunakan strategi seperti eksperimen dan survei yang memerlukan data statistika. &lt;br /&gt;Dalam pendekatan ini ada beberapa bentuk penelitian yakni  pertama, penelitian Korelasional / survei adalah suatu pendekatan umum untuk penelitian yang berfokus pada penaksiran pada kovariasi di antara variabel yang muncul secara alami. Tujuannya adalah untuk mengindentifikasi hubungan prediktif denganmenggunakan teknik korelasi atau teknik statistika yang lebih canggih (Zechmester dalam Emzir,2007:37). Kedua penelitian Eksperimental (eksperimen) adalah situasi penelitian yang sekurang-kurangnya satu variabel bebas yang disebut sebagai variabel eksperimental, sengaja dimanipulasi oleh peneliti Wiersma dalam Emzir (2007:63)&lt;br /&gt;Ketiga, Kausal komparatif (ex post facto) merupakan penyelidikan empiris yang sistematis di mana ilmuwan tidak mengendalikan variabel bebas secara langsung karena eksistensi dari variabel tersebut telah terjadi (Kerlinger dalam Emzir,2007:119) &lt;br /&gt;2. Pendekatan Kualitatif&lt;br /&gt;Pendekatan yang secara primer menggunakan paradigm pengetahuan berdasarkan pandangan konstruktivist (pengalaman individu atau pandangan advokasi. Ada tiga strategi yang digunakan dalam pendekatan ini yakni: pertama, penelitian entografi adalah suatu bentuk penelitian yang berfokus pada makna sosiologis melalui observasi lapangan tertutup dari fenomena sosiokultural (Emzir,2007:143). Kedua, penelitian grounded theory (teori dasar) adalah teori umum dari metode ilmiah yang berurusan dengan generalisasi, elaborasi, dan validasi dari teori ilmu sosial (Glaser dan Strauss dalam Emzir.2007:193). &lt;br /&gt;Ketiga, penelitian tindakan (action research) adalah  suatu penelitian informal, kualitatif, formatif, subjektif, interpretif, reflektif dan suatu model penelitian pengalaman, di mana semua individu diibaratkan dalam studi sebagai peserta yang mengetahui dan menyokong (Hopkin dalam Emzir,2007:233)&lt;br /&gt;3. Pendekatan mixed methods (metode gabungan)&lt;br /&gt;Pendekatan didasarkan pada paradigm pengetahuan pragmatik (seperti orientasi konsekuensi, orientasi masalah dan pluralistik). Pendekatan ini menggunakan penelitian yang melibatkan pengumpulan data baik secara simultan  maupun sequensial untuk memahami penelitian sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;4. Tujuan Penelitian&lt;br /&gt;Babbie dalam Hamidi (2007:11-13) mengemukakan ada tiga kelompok tujuan aktivitas pada penelitian: eksplorasi, deskripsi, dan eksplanasi. &lt;br /&gt;1. Kelompok eskplorasi dengan tujuan untuk ingin memuaskan rasa hasrat atau rasa ingin tahu agar memperoleh pemahaman jelas tentang peristiwa sosial yang terjadi, careful study, mengembangkan metode-metode  yang hendak digunakan dalam penelitian yang lebih teliti.&lt;br /&gt;2. Kelompok  deskripsi dengan tujuan agar suatu penelitian dapat disajikan secara teliti tentang karakterristi yang sanga luas dari suatu populasi.&lt;br /&gt;3. Kelompok eksplanasi bertujuan untuk memberikan eksplanasi, yakni mengungkapkan hubungan antara dua atau lebih konsep atau variabel dari suatu fenomena sosial.&lt;br /&gt;Menurut Rosdy Ruslan (2003:7) tujuan penelitian adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, yang bersifat jangka panjang&lt;br /&gt;2. Untuk pemecahan masalah atau menjawab pertanyaan penelitian yang bersifat jangka pendek&lt;br /&gt;Selanjutnya Hamidi (2007:58) mengungkapkan bahwa tujuan penelitian memliki kegunaan yakni:&lt;br /&gt;1. Secara praktis diharapkan memberikan kontribusi dalam proses pembelajaran baik bagi Mahasiswa, dosen maupun bagi pimpinan jurusan komunikasi&lt;br /&gt;2. Secara teoritik penilitian diharapkan memberikan kontribusi baik dalam hal penguatan atau menolak pernyataan asumsi teori &lt;br /&gt;5. Langkah-langkah Penelitian&lt;br /&gt;Beberapa hal yang dilakukan seorang dalam melakukan penelitian:&lt;br /&gt;1. Indentifikasi, pemilihan, dan perumusan masalah&lt;br /&gt;2. Penelaah kepustakaan&lt;br /&gt;3. Penyusunan hipotesis&lt;br /&gt;4. Indentifikasi, klarifikasi, dan pemberian definisi operasional variabel-variabel&lt;br /&gt;5. Pemilihan atau pengembangan alat pengambil data&lt;br /&gt;6. Penentuan sampel &lt;br /&gt;7. Pengumpulan data&lt;br /&gt;8. Pengolahan dan analisis data&lt;br /&gt;9. Interpretasi hasil analisis&lt;br /&gt;10. Penyususan laporan (Maman Djaliel,1998:43).&lt;br /&gt;6. Masalah Dalam Penelitian&lt;br /&gt;Menurut Creswell dalam Emzir (2007:30-32) menyebutkan ada tiga faktor:&lt;br /&gt;1. Menentukan kesesuaian masalah dan pendekatan&lt;br /&gt;Masalah penelitian adalah suatu isu atau kehidupan yang perlu diteliti. Sebagai contoh seseorang menentukan suatu gejala sosial yang ada di lingkungan. Dengan kondisi masalah yang kompleks seseorang haruslah jeli terhadap permasalahan ada sehingga ketika melakukan penelitian itu dalam menggunakan pendekatan yang sesuai. &lt;br /&gt;2. Pengalaman personal&lt;br /&gt;Indentik dengan pengalaman seseorang apabila terlatih secara teknis dalam penulisan ilmiah, statistika, dan program statistika  komputer maka ia akan terbiasa dengan jurnal-jurnal kuantitatif sebaiknya ia menggunakan desain kuantitatif sedangkan dengan pendekatan kualitatif sering berhubungan dengan bentuk sastra dari penulisan, program anlisis teks komputer dll. Untuk metode gabungan harus terbiasa dengan kedua penelitian kuantitatif dan kualitatif. Jadi pengalaman seseorang tersebut sangat penting.&lt;br /&gt;3. Audiens&lt;br /&gt;Dalam penelitian dikenal dengan responden yakni orang  yang memberi informasi tentang dirinya walaupun juga digunakan dalam penelitian kualitatif, sedangkan informan adalah orang yang dapat member informasi dirinya dan dan orang lain sebab biasanya yang diteliti para tokoh masyarakat yang banyak tahu kondisi masyarakatnya. Pengalaman audiens sangat penting sekali dengan adanya penelitian kuantitatif, kualitatif, metode gabungan akan membentuk keputusan yang dibuat tentang pilihan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Djaliel, Maman Abd. 1998. Metodologi Penelitian Pendidikan II. Bandung:CV Pustaka Setia.&lt;br /&gt;Emzir. 2007. Metodologi Penelitian Pendidikan Kuantitatif dan Kualitatif. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.&lt;br /&gt;Hamidi. 2007. Metode Penelitian dan Teori Komunikasi. Malang: UMM Press&lt;br /&gt;Hadi, Sutrisno. 1987. Metodologi Research. Yogyakarta: Yayasan Penerbitan Fakultas Psikologi UGM&lt;br /&gt;Ruslan, Rosdy. 2003. Metode Penelitian Publik. Surabaya: PT Raja Grafindo Persada.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4246418201880899931-2348255398887521985?l=steofandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://steofandi.blogspot.com/feeds/2348255398887521985/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4246418201880899931&amp;postID=2348255398887521985&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4246418201880899931/posts/default/2348255398887521985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4246418201880899931/posts/default/2348255398887521985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://steofandi.blogspot.com/2009/12/konsep-metodologi-penelitian.html' title='Konsep Metodologi Penelitian'/><author><name>steoes_assakkurae</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_vOGHm0AqIUs/TLkf8RpENTI/AAAAAAAAAkI/mbB3MJgblTE/S220/ste0s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4246418201880899931.post-2664732114071330478</id><published>2009-11-13T21:21:00.000-08:00</published><updated>2011-11-20T05:20:37.054-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><title type='text'>Gerakana Revivalisme "Ikhwanul Muslimin"</title><content type='html'>A. Latar Belakang Ikhwanul Muslimin&lt;br /&gt;Bermula pada runtuhnya Khilafah Islamiyah di Turki menyebabkan dunia Islam hidup dalam kegelapan dengan timbulnya berbagai gerakan sekularisme maupun gerakan nasionalisme yang mempengaruhi Negara Islam terutama di Mesir. Berbagai bentuk kerusakan moral yang terjadi saat itu antaranya “ Pergerakan Emanspasi Wanita semakin bertambah kuat, para wanita kelas atas Mesir memberontak; enggan memakai purdah. Mereka justru memakai fasion ala Eropa, menghadiri tamasya sosial yang bercampur bebas antara lelaki dan perempuan, baik secara tertutup ataupun terbuka. Mereka juga mendesak supaya wanita diberi hak yang setaraf dengan lelaki.”&lt;br /&gt;Ikhwanul Muslimim berasal dari kata Arab:الاخوان المسلمون al-ikhwān al-muslimūn sering hanya disebut al-Ikhwan adalah salah satu jamaah dari umat Islam, mengajak dan menuntut ditegakkannya syariat Allah, hidup di bawah naungan Islam, seperti yang diturunkan Allah kepada Rasulullah saw, dan diserukan oleh para salafush-shalih, bekerja dengannya dan untuknya, keyakinan yang bersih menghujam dalam sanubari, pemahaman yang benar yang merasuk dalam akal dan fikrah, syariah yang mengatur al-jawarih (anggota tubuh), perilaku dan politik. Ikhwanul Muslimin (IM) didirikan oleh Hasan al-Banna di Ismailiah pada bulan Zulkaidah 1346 H /Maret 1928 M yang di pada kesempatan tersebut terdapat enam tokoh yang tertarik dengan kepribadian dan terkesan pada pola-pola dakwah beliau, mereka adalah Hafidz Abdul Hamid, Ahmad al-Hushary, Fuad Ibrahim, Ismael Izz, zaki al-maghriby serta Abdurrahman Hasbullah.&lt;br /&gt;Proses perkembangan IM di Ismailiah selama empat tahun yang menembus kota di sekitarnya, beberapa faktor yang menyebabkan perkembangan penyebaran dakwah IM menurut Ali Abdullah Halim Mahmud adalah:&lt;br /&gt;1. Mereka ikhlas melaksanakan misi dakwah&lt;br /&gt;2. Mereka memiliki kapasitas pemahaman yang menyeluruh terhadap ajaran islam&lt;br /&gt;3. Pengetahuan mereka sangat luas tidak hanya pengetahuan Agama, tetapi juga pengetahuan umum juga&lt;br /&gt;4. Mereka dalam melakukan aktivitas dengan semangat kebersamaan dan ukhuwah&lt;br /&gt;5. Mereka pula paham tentang kehidupan sosial politik&lt;br /&gt;6. Sistem kehidupan yang mereka terapkan dengan mempraktikkan tata nilai Islami, serta akhlakul karimah&lt;br /&gt;7. Mereka memiliki sikap tegas terhadap politik penjajah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Hasan al-Banna dan Ikhwanul&lt;br /&gt;Ikhwanul Muslimin dan Hasan al-Banna tidak dapat dipisahkan gerakan ini sangat berpengaruh, tidak hanya di Mesir akan tetapi menyebar ke seluruh dunia. Siapa sosok Hasan al-Banna?&lt;br /&gt;Hasan al-Banna adalah Imam Syahid Hasan bin Ahmad bin Abdurrahman al-Banna lahir pada tahun 1906 di kota Mahmudiyah, sebuah kawasan dekat Iskandariyah. Adapun Hasan al-Banna memilki 6 saudara yaitu empat lelaki dan dua perempuan, Hasan al-Banna (yang sulung), Abdur-Rahman Al-Banna, Fatimah al-Banna, Muhammad al-Banna, Abdul Basit al-Banna, Jamal al-Banna dan Fauziah al-Banna. Dan ayahnya Syeikh Ahmad Al-Banna mempunyai seorang lagi isteri. Dengan isteri kedua ini, dia memperolehi seorang anak perempuan yang bernama Faridah al-Banna.&lt;br /&gt;Imam Hasan al-Banna memulai pendidikannya di Madrasah Diniyah “ar-Rasyad” yang yang dipimpin oleh Syaikh Muhamad Zahran Rahimahullah. Kemudian ia pindah ke Madrasah I’dadiyah atas permintaan ayahnya yang gurunya antara lain Muhammad Afandi Abdul Khaliq Rahimahullah. Karena sistem Madrasah I’diyah diganti dengan Madrasah Ibtida’iyah, Hasan al-Banna melanjutkan ke Madrasah al-Mu’allimin al-Awwaliyah di Damanhur, untuk menjadi seorang guru. Setelah tamat kemudian beliau melanjutkan ke Darul ‘Ulum al-Ulya’ dan tamat pada tahun 1927 yang menyandang cumlaude.&lt;br /&gt;Bahwasanya Imam Hasan al-Banna menjalani kehidupan yang penuh tantangan semenjak kecil sehingga beliau menemui ajalnya. Keseluruhan hidupnya ditumpukan kepada perjuangan Islam dan kebajikan orang-orang Islam. Beliau khusyu’ beribadat kepada Allah dan selalu mengkaji al-Quran serta Hadith. Tokoh Islam yang hebat ini mati syahid ditembak pada 12hb Februari, 1949 di Kaherah. Umurnya ketika itu ialah 43 tahun.&lt;br /&gt;C. Konsep Pemikiran Ikhwanul Muslimin&lt;br /&gt;Dalam kitab Risalah Ta’lim bahwa Hasan al-Banna (Imam Asy-Syahid) menyatakan ada dua konsep yang ditawarkannya kepada pribadi muslim, yaitu:&lt;br /&gt;1. Rukun-rukun bai’at&lt;br /&gt;Imam asy-Syahid menyatakan bai’at tersebut merupakan bai’at antara seorang prajurit dan panglimanya, karenanya di baris awal risalam ini tertulis kata-kata:” Rukun bai’at kita ada sepuluh, peliharalah!.” Adapun pertama kali Ikhwanul Muslimin berbai’at pada tanggal 5 Rabi’ul Awal 1359 H. Adapun sepuluh rukun bai’at (Muhammad Abdul Halim Hamid,2004:21-193) tersebut yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Al-Fahm&lt;br /&gt;Hasan al-Banna berkata “ yang saya maksud ¬al-Fahm adalah hendaknya Anda yakin bahwa kita adalah fikrah islamiyah yang murni, dan Anda memahmi Islam sebagaimana kami memahaminya dalam batas-batas ushul ‘isyrin (20 prinsip) yang sangat ringkas ini”&lt;br /&gt;b. Al-Ikhlas&lt;br /&gt;Adalah bahwa seorang al-akh hendaknya mengorientasikan perkataan, perbuatan, dan jihadnya hanya kepada Allah mengharap keridhaan-Nya, tanap memperhatikan keuntungan materi, prestise, pangkat, gelar, kemajuan atau kemunduran. Dengan itulah ia menjadi tentara akidah, bukan tentara kepentingan dan hanya mencari kemanfaatan dunia.&lt;br /&gt;c. Al-Amal&lt;br /&gt;Sebagaimana dalam surah at-Taubah:105, Allah swt berfirman:&lt;br /&gt;“Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, Maka Allah dan rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang Telah kamu kerjakan.”&lt;br /&gt;Berkata Imam asy-Syahid menjelaskan nilai sebuah amal, adalah bahwa amal merupakan buah dari ilmu dan keikhlasan. Sebuah ilmu tetap akan menjadi cacat dan sangat dangkal, bila tidak dapat mendorong pemiliknya untuk melakukan amal yang positif dan konstruktif.&lt;br /&gt;d. Al-Jihad&lt;br /&gt;Imam as-Syahid berkata al-Jihad adalah “ sebuah kewajiban yang terus berlaku sampai hari kiamat. Inilah yang dimaksud oleh Rasulullah saw,’ Barang siapa mati, sementara ia belum pernah perang dan belum berniat perang, maka ia mati seperti matinya jahiliyah.’&lt;br /&gt;e. At-Tadhiyah&lt;br /&gt;Adalah mengorbankan jiwa, harta, waktu, kehidupan, dan segala-galanya demi mencapai tujuan.&lt;br /&gt;f. Ath-Tha’ah&lt;br /&gt;Melaksanakan perintah dan merealisir dengan serta merta, baik dalam keadaan sulit maupun mudah, saat bersemangat maupun malas. Yang demikian itu karena tahapan dakwah ini ada tiga: ta’rif (pengenalan), takwin (pembentukan), dan tanfidz (pelaksanaan).&lt;br /&gt;g. Ats-Tsabat&lt;br /&gt;Bahwa hendakya seorang al-Akh senantiasa bekerja sebagai mujahid dalam memperjuangkan tujuannya, betapa pun jauh jangkauan dan lama waktunya, samapi bertemu dengan Allah dalam keadaan seperti itu, ia akan mendapatkan salah satu dari dua kebaikan, yaitu (mencapai tujuan) hidup mulia atau mati syahid.&lt;br /&gt;h. At-Tajarrud&lt;br /&gt;Imam as-Syahid berkata yang saya maksud at-Tajarrud adalah kemurnian atau totalitas, bahwa engkau harus tulus pada fikrahmu dan membersihkannya dari prinsip-prinsip lain serta pengaruh orang lain. Sebab ia adalah setinggi-tinggi dan selengkap-lengkap fikrah.&lt;br /&gt;i. Al-Ukhuwah&lt;br /&gt;Bahwa hendaknya berbagai hati dan ruh berpadu dengan ikatan akidah. Akidah adalah ikatan yang paling kokoh dan paling mahal. Ukhuwah merupakan wujud dari keimanan, sedang perpecahan adlah wujud dari kekufuran. Kekuatan yang pertama adalah persatuan, tiada persatuan tanpa cinta kasih, sedangkan cinta kasih yang paling lemah adalah lapang dada dan puncaknya adalah itsar (mengutamakan orang lain dari pada diri sendiri).&lt;br /&gt;j. Ats-Tsiqah&lt;br /&gt;Rasa puasnya seorang jundi (prajurit) atas qa’id (pimpinannya) dalam hal kemampuan dan keikhlasannya, dengan kepuasan mendalam yang dapat menumbuhkan rasa cinta, penghargaan, penghormatan dan ketaatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kewajiban individu aktivis&lt;br /&gt;Prinsip ini diberikan oleh Imam asy-Syahid kepada putera-putera Islam yang memiliki ghirah (semangat) terhadap Islam. Kewajiban itu harus dilaksanakan sehingga seorang muslim dapat merasakan manisnya dakwah dan lezatnya tujuan dakwah prinsip tersebut adalah:&lt;br /&gt;• Allahu Ghayatuna (Allah tujuan kami)&lt;br /&gt;• Ar-Rasulu Qudwatuna (Rasul teladan kami)&lt;br /&gt;• Al-Qur’an Syir’atuna (al-Qur’an syariat kami)&lt;br /&gt;• Al-Jihad Sabiluna (Jihad jalam kami)&lt;br /&gt;• Asy-Syahadatu Umniyatuna (mati syahid cita-cita tertinggi kami)&lt;br /&gt;D. Karakteristik Dakwah Ikhwanul Muslimin&lt;br /&gt;Terbentuknya gerakan ini telah memberikan perubahan baru, sebagai dampak dari situasi seperti ini, maka dakwah IM memiliki berbagai karakteristik yang berbeda dengan gerakan-gerakan dakwah yang lain di zamannya, antaranya:&lt;br /&gt;1. Menjauhkan titik khilafiyah&lt;br /&gt;2. Menjauhi dominasi tokoh dan pembesar&lt;br /&gt;3. Menjauhi fanatisme partai-partai dan golongan-golongan&lt;br /&gt;4. Memperhatikan masalah takwin (pembentukan kepribadian), dan tadararju (bertahap) dalam langkahnya&lt;br /&gt;5. Mengutamakan sisi amaliah yang produktif di atas seruan-seruan dan propaganda-propaganda kosong&lt;br /&gt;6. Sangat menaruh perhatian pada pemuda, dan&lt;br /&gt;7. Cepat berkembang di pedesaan dan perkotaan&lt;br /&gt;E. Pimpinan dalam Ikhwanul Muslimin&lt;br /&gt;Pimpinan Ikhwanul Muslimin disebut Mursyid 'Am atau Sekretaris Jenderal. Adapun tugas dari Mursyid 'Am adalah untuk mengatur organisasi Ikhwanul Muslimin di seluruh dunia. Berikut ini adalah daftar Mursyid 'Am yang pernah memimpin Ikhwanul Muslimin:&lt;br /&gt;1. Hassan al-Banna&lt;br /&gt;2. Hassan al-Hudhaibi&lt;br /&gt;3. Umar at-Tilmisani&lt;br /&gt;4. Muhammad Hamid Abu Nasr&lt;br /&gt;5. Mustafa Masyhur&lt;br /&gt;6. Ma'mun al-Hudhaibi&lt;br /&gt;7. Muhammad Mahdi 'Akif&lt;br /&gt;F. Ikhwanul Muslimin di Indonesia&lt;br /&gt;Ikhwanul Muslimin masuk ke Indonesia melalui jamaah haji dan kaum pendatang Arab sekitar tahun 1930. Pada zaman kemerdekaan, Agus Salim pergi ke Mesir dan mencari dukungan kemerdekaan. Waktu itu, Agus Salim menyempatkan untuk bertemu kepada sejumlah delegasi Indonesia, termasuk Agus Salim.&lt;br /&gt;Tahun 1970-an adalah momen munculnya semangat kebangkitan Islam di hampir seluruh dunia Muslim. Bahwa di Indonesia bentuk revivalisme gerakan yang terjadi adalah adanya transmisi dari pemikiran Ikhwanul Muslimin seperti gerakan Tarbiyah.&lt;br /&gt;Mengenai proses penyerapan para aktivis Tarbiyah di Indonesia terhadap pemikiran IM ada dua penjelasan:&lt;br /&gt;1. Bahwa pemikiran Ikhwanul Muslimin terjadi melalui Imaduddin Abdurahim. Ia memperkenalkan Pemikiran IM dalam forum-forum jaringan dakwah kampus.&lt;br /&gt;2. Transmisi pemikiran IM melalui para alumni lembaga pendidikan di Timur Tengah maupun alumnus LIPIA. Pemikiran tersebut disebarkan melalui forum-forum jaringan dakwah kampus yang telah ada lebih dahulu&lt;br /&gt;Bahwa embrio Gerakan dakwah kampus ini menjadi tonggak utama terbentukanya gerakan dakwah yang didominasi oleh pemikiran IM. Gerakan dakwah kampus bermula dari gerakan dakwah yang dikelola oleh Mahasiswa di Masjid Salman ITB. Kegiatan ini dirintis oleh beberapa Dosen yang berlatar belakang santri seperti, Ir, T.M. Soelaiman, Prof, Drs. Ahmad Sadali, dan adiknya, Ir. Nukman, yang awalnya berupa shalat Jumat, yang menepati ruang kerja seorang guru besar.&lt;br /&gt;Adapun organisasi / partai di Indonesia yang terinspirasi terhadap konsep pemikiran dari Ikhwanul Muslimin antara lain:&lt;br /&gt;1. Partai Masyumi&lt;br /&gt;2. Partai Masyumi Baru (1998)&lt;br /&gt;3. Partai Politik Islam Indonesia Masyumi (1998)&lt;br /&gt;4. Persaudaraan Muslimin Indonesia&lt;br /&gt;5. Partai Bulan Bintang (1998)&lt;br /&gt;6. Partai Keadilan (1998)&lt;br /&gt;7. Ikhwanul Muslimin Indonesia (2001)&lt;br /&gt;Jadi secara umum, Ikhwanul Muslimin cukup banyak memberikan inspirasi pada organisasi / partai di Indonesia. Namun tidak jelas mana yang benar-benar berhubungan secara resmi dengan Ikhwanul Muslimin di Mesir. Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembahasan tentang gerakan revivalisme Islam “ Ikhwanul Muslimin” dapat penulis simpulkan bahwa gerakan tersebut merupakan bentuk perlawanan terhadap gerakan sekularisme dan nasionalisme. Ikhwanul Muslimin (IM) merupakan organisasi Islam yang dengan anggota terbesar yang berkembang di berbagai Negara bahkan seluruh dunia. IM didirikan oleh Hasan al-Banna di Ismailiah bersama dengan rekan-rekannya seperti Hafidz Abdul Hamid, Ahmad al-Hushary, Fuad Ibrahim, Ismael Izz, zaki al-maghriby serta Abdurrahman Hasbullah.&lt;br /&gt;Dengan adanya Ikhwanul Muslimin telah memberikan dorongan dan insipirasi bagi munculnya berbagai organisasi Islam termasuk di Indonesia. Pengaruh pemikiran IM ini telah mewarnai organisasi / gerakan dakwah di Indonesia seperti gerakan tarbiyah bahkan sampai pada partai politik Islam di Indonesia.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, gerakan yang dilakukan oleh IM itu telah memberikan dampak positif bagi keberlangsungnya kemashalatan umat Islam pada masa itu dan sekarang terlepas dari kontroversi tentang adanya gerakan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Bana, Hasan. 2000. Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin. Terj. Anis Matta, dkk. Solo: Era Intermedia.&lt;br /&gt;Al-Banna, Hasan. Detik-detik Hidupku. Terj. Siri Tarbiyah: Konsis Media&lt;br /&gt;Al-Banna, Hasan. 2004. Memoar Hasan Al-Banna untuk Dakwah dan Para Dainya. Terj. Hawin Murtadho, Salafudin. Surakarta: Era Intermedia.&lt;br /&gt;Hamid, Muhammad Abdul Halim dan Muhammad Abdul al-Khatib. 2004. Konsep Pemikiran Gerakan Ikhwan. Terj. Khozin Abu Faqih. Bandung: PT Syaamil Cipta Media.&lt;br /&gt;Jami’, Mahmud. 2005. Ikhwanul Muslimin yang Saya Kenal. Terj. Munirul Abidin. Jakarta: Pustaka al-Kautsar.&lt;br /&gt;Mahmud, Ali Abdul Halim. Ikhwanul Muslimin Konsep Gerakan Terpadu. Terj. Syafril Halim. Bandung: Gema Insani Press.&lt;br /&gt;Rahmat, Imadadun. 2005. Arus Baru Islam Radikal Transmisi Revivalisme Islam Timur Tengah Ke Indonesia. Pamulang Timur: PT Gelora Aksara Pratama.&lt;br /&gt;http://id.wikipedia.org/wiki/Ikhwanul_Muslimun diakses pada tanggal 15 Juni 2009 A. Latar Belakang Ikhwanul Muslimin&lt;br /&gt;Bermula pada runtuhnya Khilafah Islamiyah di Turki menyebabkan dunia Islam hidup dalam kegelapan dengan timbulnya berbagai gerakan sekularisme maupun gerakan nasionalisme yang mempengaruhi Negara Islam terutama di Mesir. Berbagai bentuk kerusakan moral yang terjadi saat itu antaranya “ Pergerakan Emanspasi Wanita semakin bertambah kuat, para wanita kelas atas Mesir memberontak; enggan memakai purdah. Mereka justru memakai fasion ala Eropa, menghadiri tamasya sosial yang bercampur bebas antara lelaki dan perempuan, baik secara tertutup ataupun terbuka. Mereka juga mendesak supaya wanita diberi hak yang setaraf dengan lelaki.”&lt;br /&gt;Ikhwanul Muslimim berasal dari kata Arab:الاخوان المسلمون al-ikhwān al-muslimūn sering hanya disebut al-Ikhwan adalah salah satu jamaah dari umat Islam, mengajak dan menuntut ditegakkannya syariat Allah, hidup di bawah naungan Islam, seperti yang diturunkan Allah kepada Rasulullah saw, dan diserukan oleh para salafush-shalih, bekerja dengannya dan untuknya, keyakinan yang bersih menghujam dalam sanubari, pemahaman yang benar yang merasuk dalam akal dan fikrah, syariah yang mengatur al-jawarih (anggota tubuh), perilaku dan politik. Ikhwanul Muslimin (IM) didirikan oleh Hasan al-Banna di Ismailiah pada bulan Zulkaidah 1346 H /Maret 1928 M yang di pada kesempatan tersebut terdapat enam tokoh yang tertarik dengan kepribadian dan terkesan pada pola-pola dakwah beliau, mereka adalah Hafidz Abdul Hamid, Ahmad al-Hushary, Fuad Ibrahim, Ismael Izz, zaki al-maghriby serta Abdurrahman Hasbullah.&lt;br /&gt;Proses perkembangan IM di Ismailiah selama empat tahun yang menembus kota di sekitarnya, beberapa faktor yang menyebabkan perkembangan penyebaran dakwah IM menurut Ali Abdullah Halim Mahmud adalah:&lt;br /&gt;1. Mereka ikhlas melaksanakan misi dakwah&lt;br /&gt;2. Mereka memiliki kapasitas pemahaman yang menyeluruh terhadap ajaran islam&lt;br /&gt;3. Pengetahuan mereka sangat luas tidak hanya pengetahuan Agama, tetapi juga pengetahuan umum juga&lt;br /&gt;4. Mereka dalam melakukan aktivitas dengan semangat kebersamaan dan ukhuwah&lt;br /&gt;5. Mereka pula paham tentang kehidupan sosial politik&lt;br /&gt;6. Sistem kehidupan yang mereka terapkan dengan mempraktikkan tata nilai Islami, serta akhlakul karimah&lt;br /&gt;7. Mereka memiliki sikap tegas terhadap politik penjajah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Hasan al-Banna dan Ikhwanul&lt;br /&gt;Ikhwanul Muslimin dan Hasan al-Banna tidak dapat dipisahkan gerakan ini sangat berpengaruh, tidak hanya di Mesir akan tetapi menyebar ke seluruh dunia. Siapa sosok Hasan al-Banna?&lt;br /&gt;Hasan al-Banna adalah Imam Syahid Hasan bin Ahmad bin Abdurrahman al-Banna lahir pada tahun 1906 di kota Mahmudiyah, sebuah kawasan dekat Iskandariyah. Adapun Hasan al-Banna memilki 6 saudara yaitu empat lelaki dan dua perempuan, Hasan al-Banna (yang sulung), Abdur-Rahman Al-Banna, Fatimah al-Banna, Muhammad al-Banna, Abdul Basit al-Banna, Jamal al-Banna dan Fauziah al-Banna. Dan ayahnya Syeikh Ahmad Al-Banna mempunyai seorang lagi isteri. Dengan isteri kedua ini, dia memperolehi seorang anak perempuan yang bernama Faridah al-Banna.&lt;br /&gt;Imam Hasan al-Banna memulai pendidikannya di Madrasah Diniyah “ar-Rasyad” yang yang dipimpin oleh Syaikh Muhamad Zahran Rahimahullah. Kemudian ia pindah ke Madrasah I’dadiyah atas permintaan ayahnya yang gurunya antara lain Muhammad Afandi Abdul Khaliq Rahimahullah. Karena sistem Madrasah I’diyah diganti dengan Madrasah Ibtida’iyah, Hasan al-Banna melanjutkan ke Madrasah al-Mu’allimin al-Awwaliyah di Damanhur, untuk menjadi seorang guru. Setelah tamat kemudian beliau melanjutkan ke Darul ‘Ulum al-Ulya’ dan tamat pada tahun 1927 yang menyandang cumlaude.&lt;br /&gt;Bahwasanya Imam Hasan al-Banna menjalani kehidupan yang penuh tantangan semenjak kecil sehingga beliau menemui ajalnya. Keseluruhan hidupnya ditumpukan kepada perjuangan Islam dan kebajikan orang-orang Islam. Beliau khusyu’ beribadat kepada Allah dan selalu mengkaji al-Quran serta Hadith. Tokoh Islam yang hebat ini mati syahid ditembak pada 12hb Februari, 1949 di Kaherah. Umurnya ketika itu ialah 43 tahun.&lt;br /&gt;C. Konsep Pemikiran Ikhwanul Muslimin&lt;br /&gt;Dalam kitab Risalah Ta’lim bahwa Hasan al-Banna (Imam Asy-Syahid) menyatakan ada dua konsep yang ditawarkannya kepada pribadi muslim, yaitu:&lt;br /&gt;1. Rukun-rukun bai’at&lt;br /&gt;Imam asy-Syahid menyatakan bai’at tersebut merupakan bai’at antara seorang prajurit dan panglimanya, karenanya di baris awal risalam ini tertulis kata-kata:” Rukun bai’at kita ada sepuluh, peliharalah!.” Adapun pertama kali Ikhwanul Muslimin berbai’at pada tanggal 5 Rabi’ul Awal 1359 H. Adapun sepuluh rukun bai’at (Muhammad Abdul Halim Hamid,2004:21-193) tersebut yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Al-Fahm&lt;br /&gt;Hasan al-Banna berkata “ yang saya maksud ¬al-Fahm adalah hendaknya Anda yakin bahwa kita adalah fikrah islamiyah yang murni, dan Anda memahmi Islam sebagaimana kami memahaminya dalam batas-batas ushul ‘isyrin (20 prinsip) yang sangat ringkas ini”&lt;br /&gt;b. Al-Ikhlas&lt;br /&gt;Adalah bahwa seorang al-akh hendaknya mengorientasikan perkataan, perbuatan, dan jihadnya hanya kepada Allah mengharap keridhaan-Nya, tanap memperhatikan keuntungan materi, prestise, pangkat, gelar, kemajuan atau kemunduran. Dengan itulah ia menjadi tentara akidah, bukan tentara kepentingan dan hanya mencari kemanfaatan dunia.&lt;br /&gt;c. Al-Amal&lt;br /&gt;Sebagaimana dalam surah at-Taubah:105, Allah swt berfirman:&lt;br /&gt;“Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, Maka Allah dan rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang Telah kamu kerjakan.”&lt;br /&gt;Berkata Imam asy-Syahid menjelaskan nilai sebuah amal, adalah bahwa amal merupakan buah dari ilmu dan keikhlasan. Sebuah ilmu tetap akan menjadi cacat dan sangat dangkal, bila tidak dapat mendorong pemiliknya untuk melakukan amal yang positif dan konstruktif.&lt;br /&gt;d. Al-Jihad&lt;br /&gt;Imam as-Syahid berkata al-Jihad adalah “ sebuah kewajiban yang terus berlaku sampai hari kiamat. Inilah yang dimaksud oleh Rasulullah saw,’ Barang siapa mati, sementara ia belum pernah perang dan belum berniat perang, maka ia mati seperti matinya jahiliyah.’&lt;br /&gt;e. At-Tadhiyah&lt;br /&gt;Adalah mengorbankan jiwa, harta, waktu, kehidupan, dan segala-galanya demi mencapai tujuan.&lt;br /&gt;f. Ath-Tha’ah&lt;br /&gt;Melaksanakan perintah dan merealisir dengan serta merta, baik dalam keadaan sulit maupun mudah, saat bersemangat maupun malas. Yang demikian itu karena tahapan dakwah ini ada tiga: ta’rif (pengenalan), takwin (pembentukan), dan tanfidz (pelaksanaan).&lt;br /&gt;g. Ats-Tsabat&lt;br /&gt;Bahwa hendakya seorang al-Akh senantiasa bekerja sebagai mujahid dalam memperjuangkan tujuannya, betapa pun jauh jangkauan dan lama waktunya, samapi bertemu dengan Allah dalam keadaan seperti itu, ia akan mendapatkan salah satu dari dua kebaikan, yaitu (mencapai tujuan) hidup mulia atau mati syahid.&lt;br /&gt;h. At-Tajarrud&lt;br /&gt;Imam as-Syahid berkata yang saya maksud at-Tajarrud adalah kemurnian atau totalitas, bahwa engkau harus tulus pada fikrahmu dan membersihkannya dari prinsip-prinsip lain serta pengaruh orang lain. Sebab ia adalah setinggi-tinggi dan selengkap-lengkap fikrah.&lt;br /&gt;i. Al-Ukhuwah&lt;br /&gt;Bahwa hendaknya berbagai hati dan ruh berpadu dengan ikatan akidah. Akidah adalah ikatan yang paling kokoh dan paling mahal. Ukhuwah merupakan wujud dari keimanan, sedang perpecahan adlah wujud dari kekufuran. Kekuatan yang pertama adalah persatuan, tiada persatuan tanpa cinta kasih, sedangkan cinta kasih yang paling lemah adalah lapang dada dan puncaknya adalah itsar (mengutamakan orang lain dari pada diri sendiri).&lt;br /&gt;j. Ats-Tsiqah&lt;br /&gt;Rasa puasnya seorang jundi (prajurit) atas qa’id (pimpinannya) dalam hal kemampuan dan keikhlasannya, dengan kepuasan mendalam yang dapat menumbuhkan rasa cinta, penghargaan, penghormatan dan ketaatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kewajiban individu aktivis&lt;br /&gt;Prinsip ini diberikan oleh Imam asy-Syahid kepada putera-putera Islam yang memiliki ghirah (semangat) terhadap Islam. Kewajiban itu harus dilaksanakan sehingga seorang muslim dapat merasakan manisnya dakwah dan lezatnya tujuan dakwah prinsip tersebut adalah:&lt;br /&gt;• Allahu Ghayatuna (Allah tujuan kami)&lt;br /&gt;• Ar-Rasulu Qudwatuna (Rasul teladan kami)&lt;br /&gt;• Al-Qur’an Syir’atuna (al-Qur’an syariat kami)&lt;br /&gt;• Al-Jihad Sabiluna (Jihad jalam kami)&lt;br /&gt;• Asy-Syahadatu Umniyatuna (mati syahid cita-cita tertinggi kami)&lt;br /&gt;D. Karakteristik Dakwah Ikhwanul Muslimin&lt;br /&gt;Terbentuknya gerakan ini telah memberikan perubahan baru, sebagai dampak dari situasi seperti ini, maka dakwah IM memiliki berbagai karakteristik yang berbeda dengan gerakan-gerakan dakwah yang lain di zamannya, antaranya:&lt;br /&gt;1. Menjauhkan titik khilafiyah&lt;br /&gt;2. Menjauhi dominasi tokoh dan pembesar&lt;br /&gt;3. Menjauhi fanatisme partai-partai dan golongan-golongan&lt;br /&gt;4. Memperhatikan masalah takwin (pembentukan kepribadian), dan tadararju (bertahap) dalam langkahnya&lt;br /&gt;5. Mengutamakan sisi amaliah yang produktif di atas seruan-seruan dan propaganda-propaganda kosong&lt;br /&gt;6. Sangat menaruh perhatian pada pemuda, dan&lt;br /&gt;7. Cepat berkembang di pedesaan dan perkotaan&lt;br /&gt;E. Pimpinan dalam Ikhwanul Muslimin&lt;br /&gt;Pimpinan Ikhwanul Muslimin disebut Mursyid 'Am atau Sekretaris Jenderal. Adapun tugas dari Mursyid 'Am adalah untuk mengatur organisasi Ikhwanul Muslimin di seluruh dunia. Berikut ini adalah daftar Mursyid 'Am yang pernah memimpin Ikhwanul Muslimin:&lt;br /&gt;1. Hassan al-Banna&lt;br /&gt;2. Hassan al-Hudhaibi&lt;br /&gt;3. Umar at-Tilmisani&lt;br /&gt;4. Muhammad Hamid Abu Nasr&lt;br /&gt;5. Mustafa Masyhur&lt;br /&gt;6. Ma'mun al-Hudhaibi&lt;br /&gt;7. Muhammad Mahdi 'Akif&lt;br /&gt;F. Ikhwanul Muslimin di Indonesia&lt;br /&gt;Ikhwanul Muslimin masuk ke Indonesia melalui jamaah haji dan kaum pendatang Arab sekitar tahun 1930. Pada zaman kemerdekaan, Agus Salim pergi ke Mesir dan mencari dukungan kemerdekaan. Waktu itu, Agus Salim menyempatkan untuk bertemu kepada sejumlah delegasi Indonesia, termasuk Agus Salim.&lt;br /&gt;Tahun 1970-an adalah momen munculnya semangat kebangkitan Islam di hampir seluruh dunia Muslim. Bahwa di Indonesia bentuk revivalisme gerakan yang terjadi adalah adanya transmisi dari pemikiran Ikhwanul Muslimin seperti gerakan Tarbiyah.&lt;br /&gt;Mengenai proses penyerapan para aktivis Tarbiyah di Indonesia terhadap pemikiran IM ada dua penjelasan:&lt;br /&gt;1. Bahwa pemikiran Ikhwanul Muslimin terjadi melalui Imaduddin Abdurahim. Ia memperkenalkan Pemikiran IM dalam forum-forum jaringan dakwah kampus.&lt;br /&gt;2. Transmisi pemikiran IM melalui para alumni lembaga pendidikan di Timur Tengah maupun alumnus LIPIA. Pemikiran tersebut disebarkan melalui forum-forum jaringan dakwah kampus yang telah ada lebih dahulu&lt;br /&gt;Bahwa embrio Gerakan dakwah kampus ini menjadi tonggak utama terbentukanya gerakan dakwah yang didominasi oleh pemikiran IM. Gerakan dakwah kampus bermula dari gerakan dakwah yang dikelola oleh Mahasiswa di Masjid Salman ITB. Kegiatan ini dirintis oleh beberapa Dosen yang berlatar belakang santri seperti, Ir, T.M. Soelaiman, Prof, Drs. Ahmad Sadali, dan adiknya, Ir. Nukman, yang awalnya berupa shalat Jumat, yang menepati ruang kerja seorang guru besar.&lt;br /&gt;Adapun organisasi / partai di Indonesia yang terinspirasi terhadap konsep pemikiran dari Ikhwanul Muslimin antara lain:&lt;br /&gt;1. Partai Masyumi&lt;br /&gt;2. Partai Masyumi Baru (1998)&lt;br /&gt;3. Partai Politik Islam Indonesia Masyumi (1998)&lt;br /&gt;4. Persaudaraan Muslimin Indonesia&lt;br /&gt;5. Partai Bulan Bintang (1998)&lt;br /&gt;6. Partai Keadilan (1998)&lt;br /&gt;7. Ikhwanul Muslimin Indonesia (2001)&lt;br /&gt;Jadi secara umum, Ikhwanul Muslimin cukup banyak memberikan inspirasi pada organisasi / partai di Indonesia. Namun tidak jelas mana yang benar-benar berhubungan secara resmi dengan Ikhwanul Muslimin di Mesir. Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembahasan tentang gerakan revivalisme Islam “ Ikhwanul Muslimin” dapat penulis simpulkan bahwa gerakan tersebut merupakan bentuk perlawanan terhadap gerakan sekularisme dan nasionalisme. Ikhwanul Muslimin (IM) merupakan organisasi Islam yang dengan anggota terbesar yang berkembang di berbagai Negara bahkan seluruh dunia. IM didirikan oleh Hasan al-Banna di Ismailiah bersama dengan rekan-rekannya seperti Hafidz Abdul Hamid, Ahmad al-Hushary, Fuad Ibrahim, Ismael Izz, zaki al-maghriby serta Abdurrahman Hasbullah.&lt;br /&gt;Dengan adanya Ikhwanul Muslimin telah memberikan dorongan dan insipirasi bagi munculnya berbagai organisasi Islam termasuk di Indonesia. Pengaruh pemikiran IM ini telah mewarnai organisasi / gerakan dakwah di Indonesia seperti gerakan tarbiyah bahkan sampai pada partai politik Islam di Indonesia.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, gerakan yang dilakukan oleh IM itu telah memberikan dampak positif bagi keberlangsungnya kemashalatan umat Islam pada masa itu dan sekarang terlepas dari kontroversi tentang adanya gerakan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Bana, Hasan. 2000. Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin. Terj. Anis Matta, dkk. Solo: Era Intermedia.&lt;br /&gt;Al-Banna, Hasan. Detik-detik Hidupku. Terj. Siri Tarbiyah: Konsis Media&lt;br /&gt;Al-Banna, Hasan. 2004. Memoar Hasan Al-Banna untuk Dakwah dan Para Dainya. Terj. Hawin Murtadho, Salafudin. Surakarta: Era Intermedia.&lt;br /&gt;Hamid, Muhammad Abdul Halim dan Muhammad Abdul al-Khatib. 2004. Konsep Pemikiran Gerakan Ikhwan. Terj. Khozin Abu Faqih. Bandung: PT Syaamil Cipta Media.&lt;br /&gt;Jami’, Mahmud. 2005. Ikhwanul Muslimin yang Saya Kenal. Terj. Munirul Abidin. Jakarta: Pustaka al-Kautsar.&lt;br /&gt;Mahmud, Ali Abdul Halim. Ikhwanul Muslimin Konsep Gerakan Terpadu. Terj. Syafril Halim. Bandung: Gema Insani Press.&lt;br /&gt;Rahmat, Imadadun. 2005. Arus Baru Islam Radikal Transmisi Revivalisme Islam Timur Tengah Ke Indonesia. Pamulang Timur: PT Gelora Aksara Pratama.&lt;br /&gt;http://id.wikipedia.org/wiki/Ikhwanul_Muslimun diakses pada tanggal 15 Juni 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4246418201880899931-2664732114071330478?l=steofandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://steofandi.blogspot.com/feeds/2664732114071330478/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4246418201880899931&amp;postID=2664732114071330478&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4246418201880899931/posts/default/2664732114071330478'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4246418201880899931/posts/default/2664732114071330478'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://steofandi.blogspot.com/2009/11/gerakana-revivalisme-ikhwanul-muslimin.html' title='Gerakana Revivalisme &quot;Ikhwanul Muslimin&quot;'/><author><name>steoes_assakkurae</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_vOGHm0AqIUs/TLkf8RpENTI/AAAAAAAAAkI/mbB3MJgblTE/S220/ste0s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4246418201880899931.post-3161475805199811074</id><published>2009-09-10T19:16:00.000-07:00</published><updated>2009-09-10T19:17:14.185-07:00</updated><title type='text'>Pesan Pak Obama</title><content type='html'>Hasil survei menunjukkan, 35 persen calon majikan di AS menjadikan Facebook meriset dan mencari tahu masa lalu pelamar kerja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidayatullah.com--Presiden Barack Obama hari Selasa memperingatkan remaja Amerika dari bahaya meletakkan terlalu banyak informasi pribadi di situs-situs jaringan sosial internet. Ia mengatakan, hal itu bisa kembali menghantui mereka di kemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Presiden, berdasarkan kajian terbaru, pengusaha AS semakin berpaling ke situs-situs seperti Facebook dan News Corp's MySpace untuk melakukan pemeriksaan latar belakang pada pelamar kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden AS Barack Obama mengatakan hal itu pada pernyataannya tentang pendidikan pada siswa Wakefield Wakefield High School di Arlington, Virginia, 8 September 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nah, izinkan saya memberi Anda beberapa tips yang sangat praktis. Pertama-tama, saya ingin semua orang di sini harus berhati-hati tentang apa yang Anda posting di Facebook, karena dalam era YouTube, apa pun yang Anda lakukan, itu akan bisa diungkit lagi nanti di suatu hari," kata Obama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan ketika Anda masih muda, Anda melakukan kesalahan dan hal bodoh. Dan aku telah mendengar banyak tentang orang-orang muda, yang sesuatu mereka posting di Facebook, dan ketika mereka pergi mencari pekerjaan, seseorang dapat mengeceknya di situs itu," ujar orang nomor satu Amerika itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada survei bulan Juni oleh situs careerbuilder.com , diketahui 45 persen calon majikan menjadikan situs jejaring sosial Facebook untuk meriset calon pekerja.  Hingga saat ini, lebih dari 250 juta orang di seluruh dunia telah menjadi pengguna situs Facebook.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut hasil survei itu, sejumlah 35 persen dari pengusaha atau calon majikan mengatakan, melalui situs jejaring itu mereka bisa menemukan atau menolak calon karyawan.  Hal-hal yang bisa ditemukan di antaranya, foto-foto yang tidak pantas, informasi kebiasaan penggunaan narkoba, atau hal-hal buruk lain dari rekan kerja atau klien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, jangan terlalu bangga menampilkan banyak hal di situs jejaring sosial ini. Sebab bisa jadi Anda dipecat atau ditolak saat melamar kerja, hanya karena majikan atau calon majikan Anda mengetahui banyak hal pribadi dan masa lalu Anda. [cfra/blomb/cha/www.hidayatullah.com]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4246418201880899931-3161475805199811074?l=steofandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://steofandi.blogspot.com/feeds/3161475805199811074/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4246418201880899931&amp;postID=3161475805199811074&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4246418201880899931/posts/default/3161475805199811074'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4246418201880899931/posts/default/3161475805199811074'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://steofandi.blogspot.com/2009/09/pesan-pak-obama.html' title='Pesan Pak Obama'/><author><name>steoes_assakkurae</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_vOGHm0AqIUs/TLkf8RpENTI/AAAAAAAAAkI/mbB3MJgblTE/S220/ste0s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4246418201880899931.post-2319742444754829265</id><published>2009-09-09T19:25:00.000-07:00</published><updated>2011-11-20T05:22:13.048-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><title type='text'>SEJARAH HIZBUT TAHIR DI KALIMANTAN BARAT</title><content type='html'>1. LATAR BELAKANG&lt;br /&gt;Hizbut Tahrir (HT) didirikan pada tahun 1952 di Jerusalem berdasarkan doktrin Sistim islam Oleh Tagi al-Din al-Nabhani (1905-1978) atau di Indonesia dikenal dengan Syekh Taqiyyuddin An Nabhani seorang Sufi, hakim pengadilan (Qadi). Di Indonesia dikenalkan oleh syaikh al-Baghadadi lewat kampus-kampus sedangkan Di Kalimantan Barat  pertama dikenalkan  oleh Ust M. Muslim tahun 2006. Beliau beralamat  di jalan Paris 2 No. 9.&lt;br /&gt; Terbentuknya Hizbut Tahrir adalah untuk  membangkitkan kembali umat Islam dari kemerosotan yang amat parah, membebaskan umat dari ide-ide, sistem perundang-undangan, dan hukum-hukum kufur, serta membebaskan mereka dari cengkeraman dominasi dan pengaruh negara-negara kafir. Hizbut Tahrir bermaksud juga membangun kembali Daulah Khilafah Islamiyah di muka bumi, sehingga hukum yang diturunkan Allah Swt dapat diberlakukan kembali. Hizbut Tahir di Kalbar berawal dari Ketapang dan terus menyebar sampai di Pontianak. Keberadaan HT di Kalbar ini masih berumur jagung namun tidak dari perkembangan kadernya, menurut Ustd M. Muslim setiap tahun  selalu bertambah. Pengkaderan yang dilakukan di kampus maupun di luar yakni berupa halakoh-halakoh kecil. Bahwa keberadaan HT di Kalbar memberikan warna tersendiri dari yang organisasi yang lain,  menurut Ust M. Muslim keunikannya adalah “ konsistennya dalam mendalami Islam, kejelasan konsep, organisasi jaringan satu komando”. Adapun kepengurusannya hanya diketahui dari pihak intern jadi tidak di publikasikan ke masyarakat kata Ustd.M.Muslim. untuk keberadaan sekretariatannya kegiatan sering difokuskan di rumah beliau.&lt;br /&gt;2. LAMBANG&lt;br /&gt;Hizbut Tahir merupakan organisasi politik sekaligus harokah dakwah sama seperti yang telah ada. Lambang / bendera  yang digunakan HT diambil dari lafadz kalimat Lailaha Illallahu Muhammad Rasulullah. Gerakan ini dengan tegas untuk menerapkan syari’at Islam dan Khilafah Islamiyah. &lt;br /&gt;3. MISI &amp; VISI&lt;br /&gt;Misi &amp; visi HT  ini tidak terlepas dari sejarah didirikannya pertama kali. Oleh karena itu menurut penuturan Ustd M. Muslim ia menyatakan “visi kami sebagaimana dalam surah ali-Imran:104”.&lt;br /&gt;1. Pembinaan umat agar beraqidah Islam&lt;br /&gt;2. Menjelaskan ide-ide yang menyimpang&lt;br /&gt;3. Menegakkan syaria’at Islam&lt;br /&gt;4. TUJUAN DAN KEANGGOTANAAN&lt;br /&gt;Tujuan Hizbut Tahrir memiliki dua tujuan: (1) melangsungkan kehidupan Islam; (2) mengemban dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia. Tujuan ini berarti mengajak umat Islam agar kembali hidup secara Islami di dâr al-Islam dan di dalam lingkungan masyarakat Islam. Tujuan ini berarti pula menjadikan seluruh aktivitas kehidupan diatur sesuai dengan hukum-hukum syariat serta menjadikan seluruh pandangan hidup dilandaskan pada standar halal dan haram di bawah naungan dawlah Islam. Dawlah ini adalah dawlah-khilâfah yang dipimpin oleh seorang khalifah yang diangkat dan dibaiat oleh umat Islam untuk didengar dan ditaati. Khalifah yang telah diangkat berkewajiban untuk menjalankan pemerintahan berdasarkan Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya serta mengemban risalah Islam ke seluruh penjuru dunia dengan dakwah dan jihad.&lt;br /&gt;Di samping itu, aktivitas Hizbut Tahrir dimaksudkan untuk membangkitkan kembali umat Islam dengan kebangkitan yang benar melalui pemikiran yang tercerahkan. Hizbut Tahrir berusaha untuk mengembalikan posisi umat Islam ke masa kejayaan dan keemasannya, yakni tatkala umat dapat mengambil alih kendali negaranegara dan bangsa-bangsa di dunia ini. Hizbut Tahrir juga berupaya agar umat dapat menjadikan kembali dawlah Islam sebagai negara terkemuka di dunia—sebagaimana yang telah terjadi di masa silam; sebuah negara yang mampu mengendalikan dunia ini sesuai dengan hukum Islam.&lt;br /&gt;Keanggotaan Hizbut Tahrir&lt;br /&gt;Hizbut Tahrir menerima anggota dari kalangan umat Islam, baik pria maupun wanita, tanpa memperhatikan lagi apakah mereka keturunan Arab atau bukan, berkulit putih ataupun hitam. Hizbut Tahrir adalah sebuah partai untuk seluruh umat Islam. Partai ini menyerukan kepada umat untuk mengemban dakwah Islam serta mengambil dan menetapkan seluruh aturan-aturannya tanpa memandang lagi ras-ras kebangsaan, warna kulit, maupun mazhab-mazhab mereka. Hizbut Tahrir melihat semuanya dari pandangan Islam.   Para anggota dan aktivis Hizbut Tahrir dipersatukan dan diikat oleh akidah Islam, kematangan mereka dalam penguasaan ide-ide (Islam) yang diemban oleh Hizbut Tahrir, serta komitmen mereka untuk mengadopsi ide-ide dan pendapat-pendapat Hizbut Tahrir. &lt;br /&gt;Mereka sendirilah yang mengharuskan dirinya menjadi anggota Hizbut Tahrir, setelah sebelumnya ia terlibat secara intens dengan Hizb; berinteraksi langsung dengan dakwah bersama Hizb; serta mengadopsi ide-ide dan pendapat-pendapat Hizb. Dengan kata lain, ikatan yang mengikat para anggota dan aktivis Hizbut Tahrir adalah akidah Islam dan tsaqâfah (ide-ide) Hizb yang sepenuhnya diambil dari dari akidah ini.  Halaqah-halaqah atau pembinaan wanita di dalam tubuh Hizbut Tahrir terpisah deri halaqah-halaqah pria. Yang memimpin halaqah-halaqah wanita adalah para suami, para muhrimnya, atau sesama wanita.&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;1. http://id.wikipedia.org/wiki/hizbuttahrir &lt;br /&gt;2. Nara sumber  Nama : Ustd.M.Muslim &lt;br /&gt;Ttl : Banjarmasin, 1978&lt;br /&gt;Alamat : Paris 2 No. 9&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4246418201880899931-2319742444754829265?l=steofandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://steofandi.blogspot.com/feeds/2319742444754829265/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4246418201880899931&amp;postID=2319742444754829265&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4246418201880899931/posts/default/2319742444754829265'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4246418201880899931/posts/default/2319742444754829265'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://steofandi.blogspot.com/2009/09/sejarah-hizbut-tahir-di-kalimantan.html' title='&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;SEJARAH HIZBUT TAHIR DI KALIMANTAN BARAT&lt;/span&gt;'/><author><name>steoes_assakkurae</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_vOGHm0AqIUs/TLkf8RpENTI/AAAAAAAAAkI/mbB3MJgblTE/S220/ste0s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4246418201880899931.post-7555892893126757633</id><published>2008-02-09T18:51:00.000-08:00</published><updated>2011-11-20T05:22:13.048-08:00</updated><title type='text'>nasyid</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;object width="320" height="266" class="BLOG_video_class" id="BLOG_video-89f78e28ae4c0376" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/get_player"&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF"&gt;&lt;param name="allowfullscreen" value="true"&gt;&lt;param name="flashvars" value="flvurl=http://v16.nonxt7.googlevideo.com/videoplayback?id%3D89f78e28ae4c0376%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331323304%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D6A49CC3325AC160F938F12BB8FDA44FD267CE18C.1065916A304CCA836C9E7CF73EB2A45188FCA485%26key%3Dck1&amp;amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3D89f78e28ae4c0376%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DnszZkKX3RJCLoBVKf6UbWIgP1g8&amp;amp;autoplay=0&amp;amp;ps=blogger"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/get_player" type="application/x-shockwave-flash"width="320" height="266" bgcolor="#FFFFFF"flashvars="flvurl=http://v16.nonxt7.googlevideo.com/videoplayback?id%3D89f78e28ae4c0376%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331323304%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D6A49CC3325AC160F938F12BB8FDA44FD267CE18C.1065916A304CCA836C9E7CF73EB2A45188FCA485%26key%3Dck1&amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3D89f78e28ae4c0376%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DnszZkKX3RJCLoBVKf6UbWIgP1g8&amp;autoplay=0&amp;ps=blogger"allowFullScreen="true" /&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;Apabila dalam kehidupan dirasakan terasa berat untuk menegakkan keadilan maka hal ini tidak  akan menyebabkan perubahan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;Kebenaran memerlukan kerelaan apa yang kita sukai, untuk itu mari kita bersama membangun peradaban yang berakhlak mulia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4246418201880899931-7555892893126757633?l=steofandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='video/mp4' href='http://www.blogger.com/video-play.mp4?contentId=89f78e28ae4c0376&amp;type=video%2Fmp4' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://steofandi.blogspot.com/feeds/7555892893126757633/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4246418201880899931&amp;postID=7555892893126757633&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4246418201880899931/posts/default/7555892893126757633'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4246418201880899931/posts/default/7555892893126757633'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://steofandi.blogspot.com/2008/02/perjuangan.html' title='nasyid'/><author><name>steoes_assakkurae</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_vOGHm0AqIUs/TLkf8RpENTI/AAAAAAAAAkI/mbB3MJgblTE/S220/ste0s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
